Jakarta () – Layanan BISKITA TRANSPAKUAN di Kota Bogor, yang akan diluncurkan November, memanfaatkan aplikasi digital lain untuk melihat jadwal bus.

"Oleh karena itu selain keharusan pemenuhan standar layanan, kami juga memberikan dukungan aplikasi digital untuk kemudahan pelayanan bagi masyarakat," kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti, dalam siaran pers, Minggu.

BISKITA TRANSPAKUAN akan diluncurkan pada 2 November mendatang, mengusung konsep Bus Rapid Transit (BRT) untuk Kota Bogor. Layanan BRT ini seperti TransJakarta yang ada di DKI Jakarta, namun, belum menggunakan lajur khusus.

Aplikasi BISKITA tersedia di Google Play Store, menurut keterangan BPTJ aplikasi tersebut baru ada untuk ponsel berbasis Android.

Pengguna bisa melihat informasi seputar angkutan umum tersebut lain headway atau jarak kedatangan dan keberangkatan bus.

Informasi terkini layanan ini juga akan diumumkan melalui akun media sosial @biskita.id.

Untuk mendukung pengawasan dan keselamatan, setiap bus dipasangi perangkat internet of things (IoT) untuk menghitung jumlah penumpang, pelacakan GPS dan kamera pengawas.

BISKITA merupakan program subsidi pemerintah pusat untuk pengembangan transportasi umum di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Baca juga: Kota Bogor pilih sehatkan perusahaan daerah jasa transportasi

Kota Bogor mendapatkan subsidi ini karena berkomitmen membenahi transportasi wilayah perkotaan. Subsidi diberikan dalam skema "buy the service atau BTS, tahap awal skema ini adalah lelang operator layanan.

Pemenang lelang untuk BISKITA adalah Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDTJ) yang merupakan BUMD Kota Bogor. Mereka bekerja sama dengan PT. Kodjari Tata Angkutan dan Lorena.

Operator harus memenuhi aspek keselamatan, kenyamanan dan kemudahan layanan dengan standar pelayanan Bus Rapid Transit. Biaya operasional dibeli atau dibayar sebagai subsidi dari pemerintah pusat.

Nama BISKITA merupakan akronim dari Bus Inovatif, Solusi Transportasi Perkotaan Terintegrasi dan Andal.

Baca juga: Pulo Geulis, magnet wisata baru di Bogor

Baca juga: Wali Kota Bogor keluarkan pernyataan sikap soal penolakan wisata Glow

Baca juga: Kadisbudpar Bogor: Rindu Alam itu "legend"

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021