Jakarta () – Waste4Change memperkenalkan layanan Waste Credit yang bisa diterapkan untuk mendukung program berkelanjutan para pelaku bisnis di industri makanan dan minuman di Indonesia dan mencapai target "plastic neutral" mereka.

"Plastic neutral" adalah salah satu konsep yang bisa diterapkan oleh para pelaku bisnis di industri makanan dan minuman, industri kemasan, serta perusahaan dari industri lainnya untuk membantu mengurangi emisi karbon dunia.

"Plastic neutral" adalah kondisi yang dicapai oleh produsen atau perusahaan ketika membeli "plastic credit" dan mendanai proyek daur ulang dengan target volume setara dengan kilogram jejak plastik yang dihasilkan.

Co-founder Better Nature, Amadeus Driando Ahnan Winarno, memaparkan bahwa sebagai produsen tempe yang menjual produknya di Inggris dan Eropa, Better Nature mengakui masih memerlukan kemasan plastik untuk memastikan keamanan dan kualitas produk yang layak untuk dikonsumsi. Karenanya, Better Nature menyadari bahwa terdapat responsibility untuk memperbaiki lingkungan dari setiap kemasan tempe yang dijual.

“Sebagai startup yang berkedudukan di Inggris, kami bekerja sama dengan rePurpose Global dan Waste4Change melalui layanan Waste Credit, untuk membiayai pengumpulan sampah plastik (oleh) Waste4Change dengan target 1.300 kilogram sampah plastik terkumpul setiap tahunnya. Kolaborasi ini juga merupakan upaya Better Nature untuk berkontribusi memperbaiki lingkungan di Indonesia, negara asal tempe,” papar Amadeus Driando dalam webinar Plastic Neutral for Sustainable Food Industry, dikutip dari keterangan resmi, Kamis.

Melalui program ini, pada pertengahan 2020, Better Nature berhasil menjadi the First Plastic Neutral Meat-Alternative Company di dunia dan sejak April 2021, Better Nature pun telah meraih rating Plastic Negative dari rePurpose Global, karena berhasil mengumpulkan sampah plastik lebih banyak dari jejak plastik yang timbul.

Hingga saat ini, Better Nature telah berhasil mengumpulkan sebanyak 1.918 kilogram sampah plastik yang berasal dari perairan dan lingkungan lainnya.

Sementara itu, Head of Recycling Business Waste4Change, Rizky Ambardi, menjelaskan bahwa layanan Waste Credit Waste4Change bisa menjadi alternatif pilihan bagi para pelaku industri makanan dan minuman serta perusahan-perusahan produsen FMCG untuk dapat aktif berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan sampah yang tidak terkelola dengan baik.

“Melalui layanan Waste Credit, Waste4Change membantu mengumpulkan material atau jenis sampah tertentu secara spesifik seperti multilayer plastic (MLP), used beverage carton, used cooking oil (minyak jelantah), paper box, dan sebagainya, sesuai permintaan dan target perusahaan klien, untuk mengurangi sampah yang berakhir ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Selain itu, layanan Waste Credit juga memungkinkan perusahaan klien terlibat aktif dalam usaha membersihkan sungai dan pantai kemudian mendaur ulang sampahnya,” jelas Rizky.

Sampah yang berhasil terkumpul kemudian akan dipilah ulang dan diproses di fasilitas Rumah Pemulihan Material (RPM) Waste4Change.

Selanjutnya, sampah didistribusikan ke mitra daur ulang Waste4Change juga mitra pengolah sampah. Sampah-sampah yang sulit didaur ulang contohnya styrofoam bisa dijadikan bahan baku refuse-derived fuel di pabrik semen.

Semua perjalanan sampah tersebut didata dan dilaporkan pada klien. Sejak Agustus 2020, Waste4Change dengan bantuan dana dari perusahaan internasional yang merupakan klien rePurpose Global, telah berhasil mengumpulkan 40 ton sampah material multilayer plastic (MLP).

Layanan Waste Credit Waste4Change dirancang untuk mendukung produsen dan perusahaan klien untuk dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan. Bersama Waste4Change, perusahaan klien dapat mengumpulkan dan mendaur ulang lebih banyak sampah dengan banyak metode, di nya pengumpulan sampah sungai dan laut, serta pengumpulan jenis sampah tertentu dari agen daur ulang, bank sampah, dan TPS3R.

Konsumen juga dapat turut berperan aktif dalam usaha mengurangi sampah menggunakan metode pengiriman sampah anorganik melalui jasa ekspedisi dan pengangkutan sampah langsung dari gerai klien yang didukung oleh platform teknologi tertentu.

Baca juga: DLH Jakarta tangani 497 kg limbah medis pada Januari hingga Mei 2021

Baca juga: Kelola limbah, Sampoerna dan Waste4Change daur ulang puntung

Baca juga: Bekasi terapkan aplikasi smart city kelola sampah

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2021