Wagub Papua Minta Aparat Keamanan Kendalikan Situasi di Beoga

Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta pihak keamanan segera mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pascaaksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah itu.

“Pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan mesti kembali berjalan normal secepatnya. Masyarakat kita juga minta untuk membantu supaya aktivitas bisa kembali normal di sana,” kata Wagub Klemen Tinal melalui laman pemerintah, Sabtu (17/4).

Klemen juga mendukung upaya evakuasi warga pendatang di Distrik Beoga yang dilakukan aparat keamanan setempat dalam 2 hari terakhir. Sekurangnya 40 warga sudah dievakuasi keluar dari Beoga.

“Evakuasi warga pendatang yang mayoritas guru dan tenaga kesehatan di Beoga Kabupaten Puncak ini penting demi keselamatan mereka. Warga asli setempat juga diharapkan ikut membantu upaya evakuasi itu,” ujarnya.

Tindakan kekerasan dengan alasan apa pun yang dilakukan KKB terhadap para guru, kata Klemen, merupakan perbuatan yang salah. Apalagi korbannya adalah tenaga pengajar yang berjuang untuk mencerdaskan anak-anak putra Papua di Beoga, Kabupaten Puncak.

“Wilayah pegunungan Papua ini terlambat mengenyam pendidikan karena pengajaran agama yang lebih dahulu masuk ke sana. Jadi, siapa pun jangan kacaukan pendidikan dengan membunuh guru supaya anak-anak kita bisa pintar dan maju,” tegasnya seperti dilansir Antara.

Sebelumnya dua guru di Beoga Kabupaten Puncak, Oktovianus Rayo dan Yonathan Randen, meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan anggota KKB. Gerombolan ini juga membakar gedung sekolah.

Sementara itu, aparat gabungan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Nemangkawi menyatakan telah berhasil mengendalikan keamanan di Beoga. [yan]