Wagub Jabar Siap Disuntik Vaksin Hasil Dibeli Pemerintah

Irene

Wagub Jabar Siap Disuntik Vaksin Hasil Dibeli Pemerintah

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum siap disuntik vaksin Covid-19 yang dibeli oleh pemerintah pusat. Ia pun mengimbau warga lain untuk tidak takut mengikuti vaksinasi.

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku tidak bisa menjalani suntik vaksin Covid-19 yang dibeli pemerintah pusat. Alasannya, ia dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar termasuk ke dalam daftar relawan uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 oleh Bio Farma di Kota Bandung.

Sudah enam tahapan kunjunganyang sudah dijalani, di antaranya penyuntikan pertama dan kedua di kunjungan kedua atau Visit 1 (V1) serta ketiga (V2) pada Agustus hingga September 2020.

“Saya tidak diizinkan untuk divaksin lagi, karena nanti akan tercampur dengan vaksin yang sedang diuji. Jadi tokoh-tokoh Jabar yang mengikuti teladan pak presiden kemungkinan dimulai oleh Pak wakil Gubernur (Uu Ruzhanul Ulum) dan yang lain-lain mengikuti,” kata Ridwan Kamil akhir Desember 2020 lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur, Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengaku siap menjadi orang pertama dari lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar yang akan divaksin di Jabar.

“Sejak awal sesuai arahan Pak Gubernur, saya harus menjadi orang yang pertama di Jawa Barat untuk melaksanakan penyuntikan vaksin Covid-19,” kata dia, Sabtu (2/12).

“Oleh karena itu, saya menyatakan siap divaksin dan tinggal tunggu waktunya kapan sesuai arahan Satuan Tugas Covid-19 Jawa Barat,” ia melanjutkan.

Ia mengimbau masyarakat Jabar untuk mau divaksin agar upaya memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bisa berjalan cepat. Jika ada keengganan, maka pandemi akan berlangsung lebih lama.

“Harapan kami pada seluruh masyarakat untuk tidak was-was lagi dalam melaksanakan vaksinasi ini. Karena ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19 di Jabar maupun nasional,” kata Kang Uu.

“Kalau masih merasa keberatan (divaksin), ujung-ujungnya tidak melaksanakan, nanti kembalikan lagi masyarakat yang akan rugi,” tegasnya.

Ia pun mengatakan, Pemda Provinsi Jabar akan menunggu arahan dan siap bersinergi dengan pemerintah pusat terkait rencana pemberian vaksin bagi masyarakat.

Untuk diketahui, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin telah menetapkan tujuh jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia, yakni vaksin produksi Bio Farma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Novavax Inc, Pfizer Inc and BioNTech, serta Sinovac. Meski begitu, pelaksanaan vaksinansi hanya bisa digelar setelah izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat (UEA) dari BPOM keluar.

Sambil menanti proses itu, Uu pun menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar terus meningkatkan kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) baik tenaga kesehatan maupun penyuntik vaksin, puskesmas, rumah sakit, hingga storage vaksin (kulkas/alat pendingin). [gil]

Next Post

RS Nuraini Pare Segera Dioperasikan Jadi RS Rujukan Covid-19

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menargetkan pada bulan Januari 2021 ini RS Nuraini Pare, bisa dimanfaatkan untuk perawatan bagi pasien yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang. “RS Nuraini Pare kami sewa. Karena peralatannya masih komplit, bulan ini berjalan (untuk operasional perawatan pasien Covid-19),” kata Sekretaris […]