Breaking News in Indonesia

Varian Covid-19 Dibawa WN India Cepat Menular, DPRD DKI Minta Anies Lacak Kontak Erat

Ratusan Warga Negara Asing (WNA) asal India beramai-ramai eksodus ke Indonesia. Jakarta menjadi salah satu tujuan mereka. Tercatat, sebanyak 132 WN India masuk ke ibu kota melalui pesawat carter yang mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Kini mereka sudah dilakukan pengawasan secara ketat seperti pemeriksaan Covid-19 dan karantina di hotel di daerah Jakarta Pusat.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar melakukan tracing atau pelacakan kontak terhadap ratusan WN India tersebut. Hal itu untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus aktif Covid-19 di ibu kota.

“Pemprov DKI harus bergerak cepat menangani kedatangan WN India yang masuk dari Jakarta. Lakukan tracking secepatnya, karena virus Covid-19 varian baru yakni B1617 yang berasal dari India tingkat bahayanya sangat tinggi, dan cepat melakukan penularan,” kata Kenneth dalam keterangannya, Minggu (25/4).

Kata pria yang disapa Kent, hal itu harus dilakukan agar penyebaran tidak meluas dan bisa merugikan DKI Jakarta jika virus varian baru yang berasal dari India tersebut sudah menulari warga Jakarta.

“Hari ini angka positif Covid-19 di Jakarta sudah di bawah angka 1.000, dan dikhawatirkan dengan adanya kasus tersebut angka positif kembali meroket mengingat ratusan WN India masuk ke Indonesia dari Jakarta,” tuturnya.

Sebab, sambung Kent, menurut Menkes Budi Gunawan Sadikin varian of concern atau mutasi yang ada di India dan di Eropa penularannya sangat cepat dan itu saat ini sudah sampai ke Indonesia.

“Artinya sangat berbahaya sekali jika sudah masuk ke Indonesia. Sebagai Ibu kota, Jakarta harus benar-benar Fokus untuk bisa menghentikan penyebaran virus yang berasal dari India, dikhawatirkan angka Covid-19 kembali meroket. Sangat sulit dibayangkan jika kembali meledak angka Covid-19 di Jakarta,” tegas Kent.

Sementara itu, Kent pun berharap langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), itu bisa menurunkan kurva angka Covid-19 di Jakarta.

Kent juga meminta kepada Pemprov DKI dalam hal ini Dinas Perhubungan agar lebih ketat memberlakukan SIKM. Pasalnya, periode lalu banyak warga yang nekat masih mudik ke kampung halamannya yang di khawatirkan mengalami pelonjakan angka Covid-19.

“Pemprov DKI harus menggalakkan aturan SIKM. Jangan sampai kebobolan, hingga terjadi pelonjakan pasca lebaran nanti. Tutup semua pintu keluar dan masuk Jakarta, jangan lagi ada yang bisa lolos,” tutur Kent.

Kent pun mengusulkan, Pemprov DKI Jakarta agar meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara intens terkait risiko penularan Covid-19 saat mudik. Sehingga akan terbangun kesadaran bagi warga agar tidak mudik di saat pandemi seperti sekarang ini.

“Saya kira peraturan ini harus secepatnya dilakukan edukasi secara komprehensif berdasarkan kesadaran masyarakat, sosialisasi tentang risiko mudik sangatlah penting untuk dipublikasikan secara cepat agar kesadaran masyarakat terbangun tentang bahayanya mudik di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kent pun mengimbau kepada masyarakat agar bisa membantu pemerintah dalam menekan penyebaran virus covid-19, salah satunya yaitu tidak mudik untuk tahun ini dan tetap jaga kebersihan hingga gunakan masker.

“Tolonglah bantu pemerintah untuk menekan angka virus corona yang kembali melonjak, Kami mohon masyarakat untuk bisa menahan diri, jangan mudik dahulu untuk tahun ini, tetap melakukan kegiatan di rumah saja dan menjaga kebersihan tentunya tidak boleh diabaikan. Hal ini demi mencegah penyebaran virus Covid-19,” sambung Kent.

Hal itu setelah Presiden Joko Widodo memberikan larangan kepada masyarakat untuk tidak mudik pada Idul Fitri tahun ini, demi meminimalisir penyebaran virus corona.

“Sayangi keluarga Anda dan diri Anda sendiri. Kita bantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah WN India dikabarkan masuk ke Indonesia. Hal tersebut terjadi di tengah lonjakan kasus Covid-19 di negara tersebut.

Kementerian Kesehatan membenarkan ada 132 orang WN India yang masuk ke Indonesia. WN India itu datang lewat Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat carter pada Rabu 21 April 2021 malam.

Namun, Satgas Udara Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak panik sebab seluruh petugas dipastikan bakal melakukan pengawasan ketat dan menjalankan prosedur pencegahan Covid-19 terhadap 132 WN India. [rhm]