UMS Tanggung Biaya Pengobatan 40 Mahasiswa Terluka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Irene

UMS Tanggung Biaya Pengobatan 40 Mahasiswa Terluka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menanggung seluruh biaya pengobatan puluhan mahasiswa yang mengalami luka-luka maupun terkena gas air mata saat berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, di simpang tiga Kartasura, Sukoharjo, Kamis (9/9) lalu.

Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif mengaku telah menjenguk mereka di RS PKU Muhammadiyah Kartasura tak lama setelah peristiwa.

“Kami akan menanggung seluruh biaya perawatan mahasiswa yang dirawat. Kami juga membantu mengkoordinir evakuasi mahasiswa yang diamankan oleh petugas keamanan dari kepolisian,” ujar Sofyan, Sabtu (10/10).

Menurut Sofyan, sebagian besar mahasiswa yang dirawat di tempat tersebut, berasal dari Kampus UMS, sebagian lainnya dari kampus lain di Surakarta, seperti UNS (Universitas Sebelas Maret), Unisri (Universitas Slamet Riyadi), IAIN Surakarta dan lainnya.

“Jumlah mahasiswa yang dijamin biaya pengobatannya ada sekitar 40 orang lebih,” katanya.

Sofyan menjelaskan, sebagian besar mahasiswa mengalami memar terkena pukulan, kena gas air mata, memar luka dalam karena diinjak-injak hingga ada yang terkena peluru karet. Namun sebagian besar sudah diperbolehkan pulang dan tidak menjalani rawat inap.

“Saya dihubungi, ada banyak mahasiswa dirawat di RS PKU Muhaammadiyah Kartasura karena luka akibat demo. Saya habis salat Isya langsung berangkat. Setelah saya datang, ternyata bukan hanya mahasiswa UMS saja, tetapi ada dari UNS dan Unisri dan lainnya,” jelas Sofyan.

Sofyan mengaku datang untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa yang melaksanakan hak demokrasi mereka secara konstitusional. Ia menilai para mahasiswa tidak berbuat anarkistis dalam aksi itu sehingga perlu memperoleh dukungan dari siapapun.

“Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan tujuan demo, namun lewat aksi ini mahasiswa memperoleh pengalaman berharga dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat dan membela buruh dalam perspektif mahasiswa. Demo boleh dengan catatan aksi harus tertib. Mereka yang luka-luka kami biayai semua. Ada 40 lebih mahasiswa dari berbagai universitas. Tunggakan biaya kami yang menyelesaikan,” tandasnya.

Ribuan orang memang menggelar aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja, di simpang tiga Tugu Kartasura, sejak Rabu pukul 14.00 Wib. Massa menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Omnibuslaw yang telah disahkan beberapa waktu lalu. Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan, yang menyebabkan beberapa peserta dilarikan ke rumah sakit. [rhm]

Next Post

Anggota TGPF Intan Jaya dan TNI Tertembak di Papua Dievakuasi

Jakarta, Indonesia — Anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dan satu anggota TNI yang jadi korban penembakan di Intan Jaya, Papua, dievakuasi ke Jakarta Sabtu (10/10) pagi ini. “Pagi ini anggota TGPF dan anggota TNI yang terluka dalam penyerangan kemarin sore telah kami evakuasi ke Jakarta untuk perawatan pengobatan lebih […]