Jakarta () – Pemerintah menilai peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) perlu dioptimalkan saat anak-anak berada di sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Hal ini diungkapkan Direktur Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Sri Wahyuningsih dalam sebuah konferensi daring, Jumat.

"Bagaimana UKS di masa pandemi harus kita optimalkan, menjadi bagian dari satgas COVID-19 tingkat sekolah," ujar Sri.

Menurut Sri, UKS perlu menjadi tempat mengedukasi anak-anak seperti membangun perilaku hidup bersih (PHBS) sejak dini, sehingga keberadaan UKS bukan sebatas syarat tetapi juga menjadi organisasi wajib yang harus dijalankan.

"Saya harap tidak sebatas label saja di sekolah, tetapi harus betul-betul memberikan layanan pendidikan, kesehatan pada anak serta melakukan pembinaan pada lingkungan sekolah," kata dia.

Sri mengatakan, sejak awal pandemi pemerintah mengeluarkan kebijakan agar anak-anak usia sekolah belajar dari rumah demi menjaga mereka tetap sehat dan selamat.

Namun seiring berjalannya waktu muncul persoalan saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dinilai kurang efektifnya. Anak-anak menjadi kurang gerak, karakter anak tidak terjaga dengan baik karena aktivitas sosial menjadi berkurang.

Oleh karena itu, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri memutuskan penyelenggaraan PTM terbatas pada tahun ajaran 2021/2022. Pelaksanaan PTM terbatas ini dibarengi penerapan protokol kesehatan ketat oleh seluruh warga sekolah.

"Kami mendorong untuk melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap harus ditingkatkan. Penerapan 3M menjadi wajib di manapun kita berada," kata Sri.

Dia mengingatkan, orang tua dan pihak sekolah berperan penting bersama-sama mengingatkan anak agar menerapkan protokol kesehatan.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © 2021