Tuding Khofifah Atas Keterlambatan APBD, Pejabat Pemkab Jember Diperiksa Inspektorat

Irene

Tuding Khofifah Atas Keterlambatan APBD, Pejabat Pemkab Jember Diperiksa Inspektorat

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Jember, Achmad Imam Fauzi, membenarkan telah dipanggil oleh Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Pemanggilan tersebut sebagai buntut atas pernyataan Fauzi sebelumnya yang dianggap menuding, Gubernur Jawa Timur, Khofifah sebagai pihak yang lalai sehingga pembahasan RAPBD Jember 2021 menjadi terlambat.

“Kemarin memang tabayyun (klarifikasi) dengan Kepala Inspektur Jatim, ternyata persoalannya adalah perbedaan perspektif. Hasil diskusi itu yang penting adalah ujungnya Perda (APBD),” ujar Fauzi saat ditanya anggota dalam rapat bersama Komisi C DPRD Jember pada Senin (12/10).

Pernyataan Fauzi yang bermasalah itu disampaikan dalam forum resmi sebelumnya, yakni dalam rapat dengar pendapat yang juga digelar oleh Komisi C DPRD Jember pada Senin (5/10) pekan lalu. Mengakui pernyataannya itu menimbulkan kontroversi, Fauzi menyatakan mencabut pernyataannya yang dianggap menuding Gubernur Jawa Timur, Khofifah lalai.

“Maka daripada menimbulkan kontradiksi, pernyataan saya yang kemarin itu saya cabut,” lanjut Fauzi.

Tudingan kepada Khofifah keluar saat ia ditanya anggota dewan, perihal keterlambatan pengajuan salah satu tahapan dalam pembahasan RAPBD Jember tahun 2021. “Jika menuruti lalainya gubernur, maka itu bertentangan dengan PP (Peraturan Pemerintah),” jawab Fauzi.

Statemen Fauzi itu lantas memantik pertanyaan lebih lanjut dari David Handoko Seto, Ketua Komisi C yang memimpin rapat. “Berarti gubernur anda anggap lalai, (karena) menyebabkan terlambat?” ujar David yang meminta penegasan.

Pernyataan itu dijawab setengah diplomatis oleh Fauzi. Yakni bahwa gubernur menyebabkan keterlambatan sehingga dilakukan komunikasi informal. “Terlambat, karena itu dilakukan komunikasi informal,” jawab Fauzi.

Dialog itu kemudian dikutip media online di Jember dan sampai dibaca oleh pejabat Pemprov Jatim. Hanya sehari setelah rapat itu, yakni Selasa 06 Oktober 2020, turun surat dari Inspektorat Provinsi Jawa Timur. Dalam surat tersebut tertulis, Kepala Inspektorat Jatim, Helmy Perdana Putera atas nama Gubernur Jawa Timur, meminta kepada Plt Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, untuk menghadirkan Kepala Bappekab Jember, Achmad Imam Fauzi guna diklarifikasi.

“Sehubungan dengan berita di media online yang berjudul “Kepala Bappekab Jember Tuding Gubernur Khofifah Lalai” mohon saudara menugaskan Kepala Bappekab Jember untuk dimintai keterangan/penjelasan kepada Pemprov Jatim atas pernyataan yang dimuat media online ,” bunyi kutipan surat yang ditandatangani Helmy selaku Inspektur Jatim.

Dalam surat itu tertulis, Fauzi diminta hadir di Surabaya pada Rabu 07 Oktober 2020 di Surabaya. Wartawan sudah mencoba mengkonfirmasi kepada Inspektur Jatim, Helmy Perdana Putrera, sejak Rabu (07/10) lalu. Namun hingga berita ini diturunkan, konfirmasi soal hasil pemeriksaan itu belum juga dijawab oleh Helmy. [ray]

Next Post

IHSG Diprediksi Melemah Dipengaruhi Antisipasi Outlook Ekonomi RI

Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melemah seiring pengumuman hasil rapat bank sentral pada siang nanti. IHSG dibuka menguat 0,32 poin atau 0,01 persen ke posisi 5.093,42. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 stagnan di posisi 777,31. “Mempertimbangkan sentimen global dan domestik, IHSG berpotensi […]