TNI Tangkap 2 Kapal Berbendera Vietnam Mencuri Ikan di Laut Natuna Utara

Irene

TNI Tangkap 2 Kapal Berbendera Vietnam Mencuri Ikan di Laut Natuna Utara

TNI Angkatan Laut menangkap dua kapal asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, Jumat (2/10). Penangkapan kapal berbendera Vietnam tersebut bermula dari patroli TNI AL menggunakan KRI John Lie-358 (KRI JOL 358).

“Tidak ada keraguan untuk melaksanakan penindakan segala bentuk pelanggaran hukum yang terjadi di perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia, utamanya di wilayah pertanggungjawaban Koarmada I, diantaranya adalah pelanggaran IUU fishing di perairan Natuna Utara,” kata Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I) Laksamana Pertama TNI Dato Rusman dalam keterangan keterangan tertulis, Sabtu (3/10).

Patroli itu di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut Koarmada I (Guspurla Koarmada I). Penangkapan dua kapal berbendera Vietnam itu bermula saat tim mendeteksi dua kontak yang dicurigai kapal ikan asing yang sedang melaksanakan aktivitas penangkapan ikan di perairan Landas Kontinen Indonesia, Jumat (2/10) dini hari.

KRI JOL-358 kemudian berusaha mendekati dan memastikan kedua kapal yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan tersebut. Menyadari KRI JOL-358 mendekat, kedua kapal tersebut berusaha melarikan diri dengan sebelumnya berusaha mengelabuhi dengan mematikan semua lampu kapal, melepaskan jaring ke laut dan menambah kecepatan serta berpencar menjauh ke arah utara untuk menghindari KRI JOL-358.

Komandan KRI JOL-358 Kolonel Laut (P) Bagus Badari melaksanakan peran tempur yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan. Dalam proses pengejaran, KRI JOL-358 melaksanakan prosedur dengan memberikan isyarat agar KIA tersebut berhenti, namun kedua KIA tidak mengindahkan.

Setelah dilakukan pengejaran, akhirnya KIA target yang dikejar KRI JOL-358 dapat dihentikan dan Komandan KRI JOL-358 memerintahkan untuk menurunkan Tim VBSS atau Visit Board Search and Seizure dengan menggunakan Rubber Inflatable Boat (RIB) untuk melaksanakan penangkapan dan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa KIA Vietnam tersebut bernama BV0908TS dengan ABK tiga orang. Setelah bisa menguasai keadaan di KIA BV0908TS, KRI JOL-358 selanjutnya melakukan pengejaran kembali terhadap KIA kedua yang masih berusaha untuk melarikan diri.

Setelah lebih dari satu jam KIA bernomor lambung BV4977TS dengan jumlah ABK 11 orang dapat dihentikan. Sesuai prosedur, kedua KIA berbendera Vietnam tersebut dilaksanakan penggeledahan dan penyelidikan.

Dari pemeriksaan awal kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melakukan penangkapan ikan di Perairan Landas Kontinen Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perizinan yang sah, serta menggunakan alat tangkap yang tidak sesuai dengan aturan.

Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid mengatakan TNI AL berkomitmen terus melaksanakan patroli kendati di tengah masa pandemi Covid-19.

“Saat ini masa pandemi Covid-19 semua dalam situasi yang sulit, namun dengan tetap disiplin pada protokol Kesehatan Covid-19. TNI AL utamanya Koarmada I tidak pernah merubah komitmen, secara rutin dan terus menerus hadir di perairan Yurisdiksi nasional Indonesia untuk menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia. Penangkapan 2 KIA berbendera Vietnam ini merupakan salah satu wujud nyata yang dikerjakan jajaran Koarmada I atas komitmen tersebut,” tegasnya.

Abdul Rasyid menyebutkan, kedua ABK di kapal tersebut akan diperiksa lebih lanjut. “Kepada kedua kapal berbendera Vietnam BV0908TS dan BV4977TS beserta 14 ABK selanjutnya dikawal menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Kedua KIA berbendera Vietnam tersebut diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 th 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal,” Pungkas Panglima Koarmada I.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Next Post

Pimpinan KPK Harap Pegawai Mengundurkan Diri Jadi Agen Penebar Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak bisa mencegah pegawai yang mengundurkan diri dari lembaga antirasuah. Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak mempersoalkan alasan yang disampaikan pegawai mengundurkan diri lantaran kondisi internal KPK telah berubah lantaran diberlakukannya Undang-undang 19 tahun 2010 tentang KPK. “Kalau pegawai mengundurkan diri karena kondisi politik hukum […]