Tempat Hiburan Malam & Karaoke di Samarinda Ditutup Karena Langgar Protokol Kesehatan

Irene

Tempat Hiburan Malam & Karaoke di Samarinda Ditutup Karena Langgar Protokol Kesehatan

Pemkot Samarinda menutup tempat hiburan malam (THM) dan tempat karaoke selama sepekan, mulai Jumat (2/10). Alasannya karena pelanggaran protokol kesehatan. Apalagi, kasus aktif Covid-19 di Samarinda dinyatakan tertinggi di Kalimantan Timur.

Keputusan itu dikeluarkan Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Samarinda Syaharie Jaang melalui surat bernomor 360/634/300.07 yang ditandatangani hari ini.

Surat itu memuat keputusan penutupan THM dan Karaoke demi Penegakan Disiplin Covid-19. Jaang menuliskan empat poin penting yang menjadi dasar pertimbangan. Sekaligus menindaklanjuti laporan kasus Covid-19 kota Samarinda, tertinggi di Kalimantan Timur saat ini.

Jaang menerangkan, terkait Perwali No 43/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan terhadap THM dan karaoke, tim satgas menemukan pelanggaran serius penegakan disiplin protokol kesehatan.

“Banyak dijumpai pengunjung tidak menggunakan masker, dan tidak menjaga jarak dalam waktu yang lama. Ketiga, tidak maksimal upaya pengelola THM dan karaoke, untuk melakukan disiplin protokol kesehatan,” kata Jaang, melalui keterangan tertulis diterima, Kamis (1/10) pagi.

Poin berikutnya, terlihat kerawanan tersebarnya Covid-19 secara nyata, mengingat minimnya upaya pencegahan sistematis.

“Untuk itu, diputuskan untuk menutup sementara THM dan tempat karaoke, mulai 2-8 Oktober 2020, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Kami meminta, waktu selama hari tersebut, digunakan sebagai perbaikan sistem protokol kesehatan di tempat tersebut,” ujar Jaang.

Diketahui, dari laporan Satgas Covid-19 Kalimantan Timur, per Rabu (30/9) kemarin, kota Samarinda mencatatkan 2.604 kasus positif Covid-19. Di mana, 1.697 kasus sembuh, dan 104 orang meninggal. Kasus aktif, atau yang masih dirawat ada 803 orang. Sehari sebelumnya, Selasa (29/9), kasus aktif Samarinda tertinggi se-Kalimantan Timur, dengan 839 orang berstatus perawatan. [noe]

Next Post

Luhut Minta Pembentukan Tim Terpadu Pantau Program Tol Laut

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan perintahkan pembentukan tim terpadu dari kementerian dan lembaga untuk memantau proyek tol laut. Untuk itu, dia mengutus Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL Kalake untuk mengawal program ini. Dia ingin program tersebut diupayakan masuk ke dalam National Logistic […]