Sopir Ambulans di Surabaya Jadi Koban Keganasan Virus Corona

Irene

Sopir Ambulans di Surabaya Jadi Koban Keganasan Virus Corona

Korban keganasan virus Corona atau Covid-19 terus berjatuhan. Tidak hanya tenaga kesehatan dan dokter, kali ini sopir ambulans turut menjadi korban.

Alil Arof demikian ia disapa. Dia merupakan sopir ambulans Puskesmas Medokan Ayu, Surabaya. Alif dipastikan meninggal dunia karena Covid-19, setelah sempat menjalani perawatan selama 12 hari di Rumah Sakit Umum Daerah Soewandhie Surabaya, pada Selasa (6/10) kemarin.

Meninggalnya Alif ini pun dibenarkan oleh Kepala Puskesmas Medokan Ayu dr Siti Januarsih. Ia mengatakan, salah satu stafnya itu meninggal sekitar pukul 14.00 WIB.

“Betul, meninggal Selasa kemarin sekitar pukul 2 siang,” ujarnya, Kamis (8/10).

Ia menjelaskan, kondisi Alif tidak tertolong lantaran ia diketahui memiliki komorbid alias penyakit penyerta, yakni hipertensi dan asma.

“Almarhum, memiliki penyakit pernyataan lainnya. Dirawat di Soewandhie mulai 25 September malam sampai kemarin,” tambahnya.

Alif diketahui merasakan gejala sakit pada Selasa (22/9) pagi. Ia mengeluh sakit tenggorokan dan demam. Pihak puskesmas pun langsung melakukan swab pada Jumat (25/9) malam. Hasilnya ia dinyatakan positif corona.

Warga Gunung Anyar itu diketahui sudah mengabdi di Puskesmas Medokan Ayu sejak tahun 2009. Di puskesmas tersebut, tidak hanya Alif yang menjadi korban. Namun ada tenaga kesehatan lain yang disebutnya juga sudah menjadi korban virus corona.

“Seorang bidan wafat pada bulan Juni lalu. Kami sudah kehilangan dua pegawai kami akibat virus corona ini,” pungkasnya. [fik]

Next Post

Gelar Demo Virtual, Aliansi Jurnalis Independen Tolak UU Omnibus Law Ciptaker

Gelombang desakan penolakan terhadap undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja terus berdatangan. Beragam cara dilakukan oleh element masyarakat guna menyampaikan aspirasi kekecewaannya terhadap aturan sapu jagat tersebut. Salah satunya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang menggelar aksi bagi para insan jurnalis untuk bergabung menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja hari ini, Kamis […]