Sidang Putusan Praperadilan Irjen Napoleon Digelar Hari Ini

Irene

Sidang Putusan Praperadilan Irjen Napoleon Digelar Hari Ini

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) akan kembali menggelar sidang gugatan praperadilan irjen Napoleon Bonaparte terhadap Bareskrim Polri, Selasa (6/10). Agenda sidang yakni pembacaan putusan gugatan Praperadilan yang diajukan Irjen Napoleon Bonaparte.

“Iya, rencananya jadwal sidang dengan agenda tersebut akan berlangsung pukul 10.00 WIB,” ujar Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Haruno saat dikonfirmasi wartawan.

Gugatan yang dilayangkan Napoleon berkaitan dengan penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap untuk penghapusan red notice terhadap Djoko Tjandra.

Sebelumnya pada sidang yang dihelat, Senin (28/9), kubu Napoleon Bonaparte membacakan surat pemohonan di hadapan majelis hakim. Mereka menilai jika Bareskrim Polri selaku termohon tidak memiliki bukti penerimaan suap terhadap kliennya.

“Pemohon juga meyakini bahwa sampai saat ini penyidik tidak memiliki barang bukti suap sebagaimana yang disangkakan dalam pasal-pasal pidana yang dicantumkan dalam surat perintah penyidikan,” kata kata Kuasa Hukum Napoleon, Putri Maya Rumanti membacakan surat permohonan.

Putri menambahkan, gugatan juga diajukan agar status tersangka yang merundung kliennya bisa diuji dalam sidang praperadilan. Tal hanya itu, dia menyebut jika Napoleon tidak menerima suap ataupun uang dari sejumlah pihak dalam kasus tersebut.

“Pemohon memang tidak pernah menerima pemberian suap atau janji dalam bentuk apapun terkait red notice atas nama Djoko S Tjandra,” sambungnya.

Putri melanjutkan, sebelum masuk ke tahap penyikan, Polri selaku termohon disebut tidak mempunyai alat bukti yang cukup untuk menjerat tersangka sebagaimana termaktub dalam Pasal 184 ayat 1 KUHAP.

Gugatan praperadilan tersebut diajukan oleh Napoleon pada 2 September 2020. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya telah menjadwalkan sidang perdana pada Senin (21/7) lalu.

Dalam perkara kasus dugaan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra, sejauh ini penyidik Dittipikor Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka. Keempat tersangka yakni, eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Kakorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo, Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi.

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan, Napoleon dan Prastijo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Dalam pengungkapan kasus tersebut penyidik telah menyita sejumlah barang bukti. Beberapa barang bukti yang disita yakni uang senilai 20 ribu USD, surat-surat, handphone, laptop dan CCTV.

Adapun, penyidik sendiri berencana akan melimpahkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Agung RI dalam waktu dekat ini.
Setelah sebelumnya Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara tersebut ke penyidik lantaran dinilai belum lengkap atau P19. [rnd]

Next Post

1.071 Angkutan di DKI Tercatat Melanggar Selama Pengetatan PSBB

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan pihaknya mencatat sebanyak ribuan pelanggaran pihak transportasi saat pelaksanaan PSBB Pengetatan, yakni mulai 14 September 2020. Kata dia, pelanggaran tersebut terbagi menjadi dua yakni terkait kapasitas angkutan orang dan barang. “Terjadi 1.071 pelanggaran kapasitas angkut sarana transportasi dengan rincian angkutan orang 261 […]