Breaking News in Indonesia

Sepanjang Libur Lebaran, Denda Pelanggaran Prokes di DKI Capai Rp38,4 Juta

Denda pelanggaran protokol kesehatan di DKI Jakarta sepanjang libur Lebaran mencapai Rp38,4 juta. Nilai tersebut merupakan rekapitulasi periode 6-15 Mei.

Sekretaris Daerah, Marullah Matalli, mengatakan nilai denda mencakup pelanggar per orangan, perusahaan, dan restoran.

“Total nilai denda per 6-15 Mei Rp 38.400.000,” ucap Marullah yang dikutip pada Senin (17/5).

Ia merinci, untuk pelanggaran perorangan denda yang terkumpul sebanyak Rp28,4 juta. Nilai ini didapat dari 207 orang, sementara 8.419 orang memilih untuk kerja sosial sebagai sanksi pelanggaran protokol kesehatan.

Sedangkan untuk perkantoran atau tempat usaha atau industri denda yang terkumpul sebanyak Rp10 juta. Nilai ini didapat dari 1 tempat usaha.

Pemprov DKI juga telah melakukan penghentian sementara kegiatan 3×24 jam terhadap 4 tempat usaha. Kemudian sebanyak 64 tempat usaha disanksi berupa teguran tertulis,

“Dan tidak ditemukan pelanggaran 1.254 tempat usaha. Sehingga yang kami periksa sebanyak 1.323 dengan nilai denda Rp 10.000.000,” ucapnya.

Terhadap restoran atau rumah makan, tidak ada yang dikenakan denda. Namun 1 restoran dihentikan operasionalnya sementara selama 1×24 jam. Kemudian, penghentian sementara kegiatan 3×24 jam sebanyak 2 restoran. Teguran tertulis 59 restoran, pembubaran 3 restoran, tidak ditemukan pelanggaran 1.181 restoran. Sehingga, jumlah restoran yang diperiksa selama 6-15 Mei sebanyak 1.246 restoran. [lia]