Selama Pandemi, Minat Orangtua Daftarkan Anak ke PAUD Menurun

Irene

Selama Pandemi, Minat Orangtua Daftarkan Anak ke PAUD Menurun

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen PAUD Dasemen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumeri menyebut, pandemi Covid-19 membuat penurunan jumlah orangtua yang daftarkan anaknya masuk jenjang pendidikan anak usia dini atau PAUD.

“Pada pandemi Covid-19 ini saya mendengar, melihat data ada tren penurunan jumlah anak-anak kita, putar-putri kita yang masuk ke jenjang PAUD. Mungkin orangtua masih menunda untuk tidak memasukkan cepat,” kata Jumeri dalam acara Penyaluran BOP PAUD dan Kesetaraan Tahap II secara daring, Selasa (22/9).

Jumeri menduga masih banyak orangtua yang khawatir jika memasukkan anaknya ke PAUD selama masa pandemi ini.

“Mungkin (orangtua) masih harus berhati-hati dengan situasi yang ada,” papar dia.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan untuk bahu-membahu guna memberikan penyuluhan agar muncul kesadaran orangtua supaya mereka mendaftarkan anak-anaknya ke PAUD. Karena menurut Jumeri, anak usia PAUD begitu vital dalam pembentukan potensi dirinya yang akan berpengaruh di masa depan.

“PAUD, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi dalam pengembangan sumber daya manusia untuk sukses, berhasil mencapai tujuan pada jenjang-jenjang berikutnya,” ungkap Jumeri.

Jumeri mengungkap bahwa berdasarkan sebuah riset menyebut, masa emas bagi anak-anak adalah sejak usia lahir hingga lima tahun. Pada masa ini 80 persen pertumbuhan anak akan terjadi secara pesat.

“Jadi akan terjadi pertumbuhan pesat pada anak-anak kita. 50 persen di antaranya pada rentang usia lahir sampai empat tahun, dan diteruskan pada usia SD yang mengembangkan 80 persen potensi yang dimiliki. Sedangkan yang 20 persen akan diterima di jenjang-jenjang berikutnya,” papar Jumeri.

Dari temuan ilmuwan tersebut, kata Jumeri dapat disimpulkan bahwa anak pada usia PAUD mesti mendapatkan perhatian yang optimal.

“Apa makna dari hasil penelitian ini? Dapat kita artikan bahwa pada jenjang PAUD harus mendapatkan perhatian yang saksama,” tutup Jumeri.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Rupiah Melemah Tertekan Sentimen Ketidakpastian Ekonomi

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Rabu (23/9). Rupiah dibuka di Rp 14.775 per USD, menguat tipis dari penutupan kemarin di Rp 14.785 per USD. Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat usai pembukaan ke posisi Rp 14.767, namun kembali melemah Rp […]