Breaking News in Indonesia

Selain Uang Muka 0 Persen, Butuh 3 Hal Ini Agar Penjualan KPR Melejit

Selain Uang Muka 0 Persen, Butuh 3 Hal Ini Agar Penjualan KPR Melejit

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, penjualan rumah tidak hanya butuh aturan uang muka atau down payment (DP) 0 persen untuk mampu mencatatkan kinerja positif. Setidaknya ada beberapa faktor lain yang dibutuhkan seperti pengurangan biaya-biaya pajak.

“Indonesia Property Watch memperkirakan bahwa dengan adanya gabungan kebijakan LTV/FTV kemudian, penurunan suku bunga, pengurangan biaya-biaya pajak dan BPHTB akan memberikan daya dorong yang sangat signifikan untuk dapat mengubah perilaku pasar konsumen untuk membeli properti sehingga dapat menggerakan sektor industri ini secara luar biasa,” ujar Ali, Jakarta, Jumat (19/2).

Selain itu, saat ini sudah mulai banyak pengembang yang melakukan strategi penjualan properti tanpa uang muka. Meskipun masyarakat dapat membeli tanpa uang muka, namun mereka juga harus membayar biaya-biaya pajak dan lainnya yang masih cukup besar.

“Kalau untuk uang muka saat ini sebenarnya sudah dimungkinkan tanpa uang muka, meskipun tidak semua bank mau menerapkannya. Selain itu juga sudah banyak konsumen properti yang bisa membeli tanpa uang muka dengan strategi harga yang dilakukan pengembang,” imbuhnya.

Di luar uang muka, kata Ali, dalam pembelian rumah baru ada beberapa jenis biaya lain yang harus dibayar oleh pembeli. Di antaranya adalah biaya-biaya pajak PPN 10 persen, BPHTB 5 persen dan lainnya sampai mencapai 22 hingga 23 persen.

“Ini yang harus juga dipertimbangkan pemerintah untuk dapat dikurangi saat kondisi pendemi seperti saat ini untuk menarik minat golongan menengah-atas untuk membeli properti,” tandasnya. [azz]