Sebelum Terbakar, Pertamina Sempat Bangun RDMP RU VI Genjot Produksi Kilang Balongan

Irene

Kilang minyak Pertamina Balongan, Indramayu, meledak dan terbakar, Senin (29/3) dini hari. Kilang minyak tersebut meledak sekitar pukul 00.45 Wib. Saat ini tim HSSE Kilang Pertamina Balongan tengah fokus melakukan pemadaman api di kilang yang berlokasi di Desa Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memulai pembangunan RDMP RU VI – Balongan Phase-1: CDU Crude Distillate Upgrading Project yang ditandai dengan pemancangan (pilling) perdana pada Februari lalu. RDMP RU VI merupakan salah satu proyek strategis nasional dalam rangka pengembangan kilang di Indonesia.

Pengembangan proyek ini bertujuan untuk meningkatkan flexibilitas unit pengolahan dan meningkatkan kapasitas produksi kilang Pertamina Balongan dari semula 125 MBSD menjadi 150 MBSD serta mampu menghasilkan naptha untuk proses lanjut dari 5,29 MBSD menjadi 11,6 MBSD.

Dengan peningkatan fleksibilitas CDU, kilang Balongan akan dapat memproses minyak mentah campuran berat (Heavy Mix Crude) ataupun minyak mentah ringan (Lighter Crude Oil). Hal ini akan meningkatkan margin untuk perusahaan dan juga meningkatkan ketahanan energi nasional.

Pembangunan proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1 ini dikerjakan bersama oleh PT Pertamina (persero) dengan konsorsium PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering dan PT Enviromate Technology International sejak November 2020. Dalam pelaksanaan proyek, Pertamina selalu mengedepankan keselamatan pekerja proyek di semua lini dan diharapkan hal ini akan membawa kelancaran proyek. Untuk itu, kepatuhan terhadap safety regulation dan prokes Covid19 tetap diterapkan secara ketat dan konsisten.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya menyampaikan dalam Pembangunan RDMP Phase 1 akan memberdayakan pekerja lokal. Rencana tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat lokal.

“Kami memperhatikan benar keberlanjutan proyek RDMP Kilang RU VI untuk kebermanfaatan masyarakat lokal. Maka dari itu semaksimal mungkin proyek RDMP Phase 1 ini akan menggunakan pekerja lokal sesuai dengan kompetensi yang ada di masyarakat sebagai bentuk perhatian Pertamina kepada warga sekitar,” kata Ifki melalui keterangan resmi, ditulis Senin (29/3).

Pencanangan perdana tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada anak yatim dan mustahik di sekitar wilayah kilang Balongan sekaligus sebagai rasa syukur atas dimulainya proyek yang ditandai dengan pelaksanaan pekerjaan pilling perdana RDMP RU VI.

“Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional terus membangun kerjasama sinergis untuk merealisasikan target upgrading kilang-kilang Pertamina guna mewujudkan ketahanan energi nasional,” jelas Ifki. [azz]

Next Post

Contoh Negara Eropa, Menkes Minta Vaksinasi Digenjot Mobilitas Dibatasi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kombinasi program vaksinasi dan pembatasan mobilitas warga akan efektif menekan penularan Covid-19. Dia mencontohkan apa yang terjadi di negara Eropa. “Dari seluruh negara Eropa, ada dua tipe negara yang tidak mengalami lonjakan kasus lagi. Pertama (cakupan) vaksinasinya tinggi, bisa 30 sampai 40 persen […]