Satpol PP Tak akan Tindak Pengguna Masker Scuba-Buff jika Hidung dan Mulut Tertutup

Irene

Satpol PP Tak akan Tindak Pengguna Masker Scuba-Buff jika Hidung dan Mulut Tertutup

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan belum ada penindakan hukum bagi warga yang mengenakan masker scuba dan buff. Dua masker itu tidak direkomendasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Arifin mengatakan, selama warga memakai masker, apapun bahan kainnya, Satpol PP tidak akan melakukan penindakan. Lagi pula, Satpol PP tidak ada larangan menggunakan masker dengan bahan tertentu.

“Kita tidak melarang orang gunakan masker scuba sepanjang dia masih menutup hidung dan mulutnya itu sudah cukup buat kita. Bahwa yang bersangkutan punya niat dan itikad baik untuk menutup dan menggunakan masker,” ujar Arifin, Jumat (2/10).

Pemprov DKI pun menurut Arifin tidak arahan dari Satgas Penanganan Covid-19 terkait imbauan untuk tidak memakai dua jenis masker, scuba dan buff. Ia menambahkan, jika PT KCI melarang pemakaian dua masker tersebut, menurut Arifin kebijakan itu merupakan kewenangan perusahaan penyedia KRL.

“Belum ada, perintah seperti itu (larangan memakai masker scuba dan buff) yang saya tahu itu di KRL soal scuba dan buff,” tuturnya .

Diketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyarankan pengguna KRL untuk tidak memakai masker scuba dan masker buff. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mendukung imbauan tersebut.

Wiku menyebut, masker scuba atau masker buff terlalu tipis sehingga kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus sangat rendah.

Masker scuba atau buff ini adalah masker dengan satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk (droplet) tembus dan tidak bisa menyaring (virus) lebih besar,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (15/9).

Selain tipis, masker scuba atau masker buff juga mudah ditarik. Ini menyebabkan pengguna sering menarik masker ke dagu. Padahal, masker digunakan untuk menutup hidung dan mulut, bukan dagu.

“Masker scuba sering mudah ditarik ke bawah di dagu sehingga fungsi masker jadi tidak ada,” ujarnya.

Wiku mengatakan, masker yang dianjurkan dipakai untuk mencegah terpapar Covid-19 adalah berbahan katun dan berlapis tiga. Masker kain berlapis tiga memiliki filtrasi yang baik. Efektivitas filtrasi umumnya antara 10 sampai 60 persen.

“Kemampuan memfiltrasi atau menyaring partikel virus itu akan lebih baik dengan jumlah lapisan yang lebih banyak, dalam hal ini tiga lapisan berbahan katun,” ucap dia. [ded]

Next Post

Makna Logo Sumpah Pemuda 2020 yang Dirilis Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali secara resmi melaunching logo Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020. Dalam logo tahun ini Menpora menilai adanya semangat Pemuda Indonesia berjuang khususnya di masa Pandemi Covid-19. “Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda, saya berpesan agar para pemuda kita bersatu dan bangkit. […]