Satgas: Sulawesi Utara Berhasil Tekan Penularan Covid-19 Sebulan Terakhir

Irene

Satgas: Sulawesi Utara Berhasil Tekan Penularan Covid-19 Sebulan Terakhir

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo mengapresiasi upaya pengendalian virus Corona yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara bersama jajaran pemerintah daerah setempat. Dia menyebut, dalam kurun waktu sebulan terakhir, Pemprov Sulawesi Utara dapat menurunkan tingkat zonasi risiko terhadap Covid-19.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama jajaran perangkat daerah berhasil dalam menekan potensi penularan Covid-19 sehingga dalam kurum waktu satu bulan terakhir, terhitung sejak bulan September sampai Oktober, tidak ada kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang berada pada zona risiko tinggi. Semuanya masih terkendali pada zona risiko sedang dan rendah,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (8/10).

Berdasarkan data zonasi risiko per 4 Oktober 2020, sebanyak delapan kabupaten/kota di wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara berada pada zona oranye atau berisiko sedang terhadap Covid-19. Sedangkan tujuh kabupaten/kota lainnya telah menjadi zona kuning atau berisiko rendah terhadap Covid-19.

“Dari data tersebut, Sulawesi Utara menjadi salah satu provinsi yang cukup baik dalam melakukan upaya pengendalian penularan Covid-19,” ucapnya.

Doni yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengatakan peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam menekan laju penularan Covid-19. Jika kerja sama kedua pihak terus diperkuat, Covid-19 bisa dilawan.

Dia mengingatkan, edukasi dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan secara masif di setiap daerah.

“Pemahaman penerapan protokol kesehatan harus terus diberikan kepada masyarakat secara masif sehingga perubahan perilaku dalam beradaptasi dengan Covid-19 dapat tercapai dan peran masyarakat sebagai garda terdepan dapat terus diperkuat sehingga tidak ada lagi yang jatuh sakit dan terjadi penumpukan pasien di rumah sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Utara, Agus Fatoni menjelaskan, hingga saat ini masih ada beberapa kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam melaksanakan penanganan Covid-19.

Agus mengakui tingkat kedisiplinan masyarakat Sulawesi Utara masih rendah. Penolakan warga untuk dites sebagai bagian dari tracing juga kerap terjadi. Di sisi lain, laboratorium untuk uji sampel juga masih terbatas.

“Serta kontrol yang cukup sulit bagi para pasien OTG atau orang tanpa gejala yang melakukan isolasi mandiri di rumah,” tutupnya. [fik]

Next Post

Sopir Ambulans di Surabaya Jadi Koban Keganasan Virus Corona

Korban keganasan virus Corona atau Covid-19 terus berjatuhan. Tidak hanya tenaga kesehatan dan dokter, kali ini sopir ambulans turut menjadi korban. Alil Arof demikian ia disapa. Dia merupakan sopir ambulans Puskesmas Medokan Ayu, Surabaya. Alif dipastikan meninggal dunia karena Covid-19, setelah sempat menjalani perawatan selama 12 hari di Rumah Sakit […]