Satgas Covid-19 Pastikan Belum Ada Sindikat Vaksin Palsu di RI

Irene

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito memastikan pemerintah belum menemukan sindikat vaksin Covid-19 palsu di Indonesia. Hingga saat ini, distribusi vaksin Covid-19 sesuai standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Sampai saat ini, sindikat semacam itu tidak ditemukan di Indonesia,” katanya dalam International Media Briefing, Senin (8/3).

Wiku menjelaskan, pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia menggunakan skema kerja sama pemerintah G to G (government to government). Dalam pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac, Indonesia bekerja sama dengan China.

“Sehingga terjamin keaslian vaksinnya,” ujarnya.

Meskipun sindikat vaksin Covid-19 palsu belum ditemukan di Indonesia, Wiku memastikan pemerintah terus memantau proses pengadaan vaksin. Pemerintah juga terus mengedukasi dan berkoordinasi dengan perusahaan yang melakukan pengadaan vaksin Covid-19 dengan skema gotong royong.

“Patut diperhatikan bahwa pemalsuan vaksin Covid-19 merupakan kejahatan yang membahayakan kehidupan masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” tegasnya.

Sebagai informasi, sindikat vaksin Covid-19 palsu ditemukan di China dan Afrika Selatan. Polisi di China dan Afrika Selatan telah menyita ribuan dosis vaksin Covid-19 palsu.

Interpol menyampaikan menemukan 400 botol kecil (vial) atau setara dengan sekitar 2.400 dosis vaksin palsu di sebuah gudang penyimpanan di Germiston luar kota Johannesburg, Afrika Selatan. Di lokasi tersebut, petugas juga menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara China dan Zambia.

Di China, polisi berhasil mengidentifikasi sebuah jaringan perdagangan vaksin Covid-19 palsu. Polisi menggerebek gudang produksi dan berhasil menangkap 80 tersangka dan menyita lebih dari 3.000 vaksin palsu. [eko]

Next Post

Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah, Polisi Geledah Rumah Ketua KONI Bengkulu

Tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu menggeledah dua rumah milik Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu Mufran Imron. Penggeledahan ini terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi dana hibah tahun 2020. Sebelumnya, penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Bengkulu meningkatkan pengusutan kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah […]