Breaking News in Indonesia

Rupiah Menguat Seiring Turunnya Data Tenaga Kerja AS

Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan hari ini, Senin (10/5). Rupiah dibuka di Rp 14.145 per USD, menguat dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp 14.285 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat melemah tipis ke Rp 14.185 per USD. Rupiah pun masih melanjutkan pelemahan meski bergerak perlahan, dan saat ini berada di posisi Rp 14.189 per USD.

“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini setelah data tenaga kerja AS non-farm payrolls dirilis lebih buruk dari proyeksi pasar di hari Jumat kemarin,” kata pengamat pasar uang Ariston Tjendra di Jakarta, dikutip Antara, Senin (10/5).

Data ketenagakerjaan non pertanian AS atau non farm payrolls periode April hanya naik 266.000, lebih rendah dari proyeksi sebesar 1 juta.

Hasil buruk tersebut, memberikan penegasan bahwa Bank Sentral AS The Fed belum akan mendiskusikan mengenai pengurangan stimulus moneter saat ini. Hal tersebut bisa menjaga dolar AS tetap melemah terhadap nilai tukar lainnya.

Selain itu, pelaku pasar juga masih terlihat optimistis terhadap pemulihan ekonomi global. Pagi ini indeks saham Asia terlihat bergerak naik. Dia mengatakan, rupiah hari ini berpotensi menguat ke kisaran Rp14.130 per USD dengan potensi resisten di kisaran Rp14.230 per USD.

“Tapi di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap naiknya kasus COVID-19 di dunia, khususnya di Asia Tenggara, bisa menahan penguatan nilai tukar terhadap dolar AS,” ujar Ariston. [azz]