Jakarta () – Desainer yang mengkhususkan diri pada aksesori Rinaldy Yunardi kembali mengukir prestasi internasional, karyanya dipakai oleh "The Queen of Pop"; Madonna. 

Hiasan kepala, headpiece, karya Rinaldi dikenakan Madonna dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-63 di Puglia, Italia pada Senin (16/8). Madonna mengunggah beberapa momen dari acara ulang tahun itu di Instagram.

Dalam unggahannya tampak Madonna mengenakan gaun ketat bermotif putri duyung karya Riccardo Tisci dari Burberry.

Dia memadukannya dengan sarung tangan berenda tipis serta untaian kalung bertatahkan emas dan permata, termasuk salib Dolce & Gabbana besar.

"Di bawah mantra Kekaisaran Bizantium," tulis Madonna dalam keterangan unggahan tersebut.

Dalam unggahan itu, perhatian utamanya adalah hiasan kepala rumit rancangan Rinaldy Yunardi yang membingkai wajahnya.

"Headpiece ini kubuat dari logam ukir dengan sistem tatah yang merupakan metode khas budaya handmade Indonesia untuk membuat asesoris, warnanya emas antik, terdiri dari kristal dan batu sirkonia," kata Rinaldi pada pada Kamis.

Tak butuh waktu lama bagi Rinaldy untuk membuat pesanan sang pelantun lagu "Material Girl" (1984) itu.

"Kira-kira sebulan lebih yang lalu saya dapat kabar dari manajer internasional saya bahwa Madonna ingin meminta aku mendesain sebuah karya di hari ulang tahunnya," kata Rinaldi yang sudah ketiga kalinya mendesain karya untuk Madonna, yang pertama adalah dalam ajang Met Gala pada 2018 silam.

Kali ini, Rinaldy mengaku sangat tertantang dalam mendesain karya untuk Madonna, pasalnya dia hanya diberi "kanvas kosong" dan dibebaskan berkarya tanpa konsep.

Madonna (Instagram/@madonna)

Sebagai seorang yang paham betul dunia mode dan mengenali karakter Madonna, Rinaldy lantas memiliki ide untuk menggali sisi relijius sang diva.

"Saat kutanya konsepnya apa, temanya apa, tim manajemen internasionalku bilang terserah aku mau menciptakan karya," katanya.

Meski mengaku sulit untuk melahirkan karya yang dicintai, Rinaldi dengan tekun menggali ide.

"Ini sulit banget, aku pengin banget bikin sebuah karya yang langsung disukai dan dipakai, apa yang bisa saya lakukan dan ungkapkan?" Katanya.

Tak berlebihan jika Rinaldy mengaku sulit mendapatkan ide untuk memuaskan sang ikon mode mengingat Madonna memang jadi kiblat mode bagi kebanyakan wanita di seluruh penjuru dunia sejak awal kariernya di tahun 1980-an.

Ikon budaya pop Madonna sudah sering kali menjadi perbincangan di dunia mode dengan pilihan-pilihan fesyennya seperti saat dia memakai korset pink satin ikonik dari Jean Paul Gaultier yang ia kenakan saat tur "Blond Ambition" pada 1990.

Rinaldy lantas menyederhanakan hal yang rumit. Dia kembali kepada inti masalah: Ulang Tahun Madonna.

Lewat karyanya, Rinaldy ingin merapalkan untaian doa untuk sang bintang agar dia senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan sinarnya terus menyala.

"Aku ungkapkan ucapan itu dalam sebuah karya, dia kan seorang bintang yang bersinar dan aku doakan teruslah bersinar," katanya.

Kemudian dibuatlah sebuah hiasan kepala mirip sinar halo yang biasa tampak di atas kepala para santo.

"Tapi ini kubikin seperti bingkai di wajah, terutama fokus di mata."

Mata biru kehijau-hijauan Madonna yang membius menjadi fokus Rinaldi dalam mencipta karya. Menurutnya, Madonna adalah "bunglon" yang selalu bisa berganti warna kulit namun matanya yang menghipnotis tetap ada di sana, tetap sama.

"Madonna disebut sebagai wanita seribu wajah, make up-nya selalu berubah baik di video klip dan foto. Tapi matanya kan berkarakter sekali, tajam, itu yang kujadikan fokus."

Selain itu, Rinaldy juga menggali sisi relijius Madonna dengan membentuknya mirip bulatan sinar di kepala.

"Bisa dilihat kan Madonna Queen of Pop, dia sangat relijius, contoh kue ulang tahunnya saja berbentuk salib, jadi sinar ini seperti itu, seperti yang ada di kepala Bunda Maria."

Rinaldy Yunardi, dengan tangan dingin dan penuh talentanya pernah mengerjakan sejumlah karya bagi para pesohor dunia mulai dari Riana Grande, Lady Gaga, Janet Jackson, Nicki Minaj, Mariah Carey, Shakira hingga Dita Von Teese.

Sejumlah penghargaan juga pernah disabetnya seperti Nokia Award Accessories Designer of The Year 2004, Jakarta Fashion & Food Festival Fashion Icon Award 2017, World of Wearable 2017 serta MNC Fashion Lifetime Achievement di 2018.

Pada 2019, ia meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang World of WearableArt (WOW) Awards di Wellington, Selandia Baru. Terdiri dari Supreme WOW Award, Avant-Garde Section Award, dan International Design Award: Asia.

Dalam beberapa wawancara, dia mengaku tak pernah belajar secara formal dalam mendesain karya-karya aksesori.

Rinaldy mengaku sangat senang karyanya bisa kembali dipakai Madonna.

"Aku senang banget karena dia notice aku dengan nge-tag aku di Instagram. Dia sangat menghargai karya dari aku dan aku senang banget itu bertepatan dengan tanggal 17 Agustus saat kita merayakan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia," kata dia.

Menurutnya, prestasi itu adalah kado yang dia persembahkan bagi ulang tahun ke-76 Indonesia.

"Ini saya dedikasikan untuk Indonesia."

Rinaldy juga mengungkapkan rasa bangganya bisa membuat karya khusus untuk Madonna lewat lama Instagram pribadi miliknya.

"MADONNA 63rd BIRTHDAY. Bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia ke-76, aku berkarya untukmu Indonesia. Di hari ulang tahun legendaris Madonna, memakai headpiece karyaku," tulisnya di Instagram.

Dalam pesta ulang tahunnya, Selain headpiece rancangan Rinaldy Yunardi, Madonna juga mengenaakan gaun kemeja berlipit dengan motif bawah laut. Gaun koleksi Versace berlipit senilai 2.125 dolar AS atau sekitar Rp30 juta-an.

Madonna merayakan ulang tahunnya dengan pacarnyam Ahlamalik Williams dan sahabat dekat Debi Mazar, bersama dengan keenam anaknya, yaitu Rocco Ritchie, David Banda, Lourdes Leon, Mercy James, serta Estere dan Stelle Ciccone.

Baca juga: Kolaborasi desainer, fotografer & aktor Indonesia untuk tribut "Loki"

Baca juga: Rinaldy Yunardi terkejut atas meninggalnya Barli Asmara

Baca juga: Rinaldy Yunardi satukan teknologi dan seni untuk aksesori Reno 4

 

Oleh Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2021