Breaking News in Indonesia

Revitalisasi Taman Tebet, Pemprov DKI Bangun Jembatan dan Naturalisasi Sungai

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta merevitalisasi Taman Tebet di Jakarta Selatan menjadi Tebet Eco Garden tahun 2021 ini. Tebet Eco Garden memiliki visi menjadi sarana edukasi, interaksi, dan rekreasi bagi masyarakat DKI Jakarta serta mengembalikan fungsi taman secara ekologi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Ivan Murcahyo.

Ivan juga mengungkapkan bahwa revitalisasi Taman Tebet ini menggunakan skema pembiayaan kewajiban Surat Persetujuan Penunjukan Penggunaan Lokasi atau Lahan (SP3L) senilai Rp67 miliar.

Saat ini, progres revitalisasi taman sudah berjalan 10 persen. Diperkirakan waktu pembangunan selesai dalam 8 bulan.

“Estimasi waktu pelaksanaan delapan bulan dengan target selesai pada Desember 2021. Progres secara keseluruhan sudah 10 persen namun pekerjaan pendahuluan seperti pembersihan areal, persiapan areal proyek, mobilisasi alat kerja progresnya sudah 70 persen,” kata Irvan dikutip dari siaran resmi Humas Pemprov DKI Jakarta, Rabu (2/6).

Ivan kemudian menjelaskan, revitalisasi taman ini termasuk melakukan naturalisasi sungai. Kemudian pembangunan jembatan penghubung, area bermain anak, community garden dan thematic garden.

“Nanti sungai sepanjang taman akan dinaturalisasi dengan pelebaran dan perubahan profil tanggul agar bisa jadi kolam retensi saat hujan,” ujarnya.

“Pohon yang tidak sehat nantinya akan diganti. Naturalisasi akan menyesuaikan dengan kondisi vegetasi yang ada,” lanjut Ivan.

Dia menjelaskan fasilitas tersebut dengan rinci. Jembatan penghubung yang dimaksud atau infinity connecting bridge akan menyatukan Taman Tebet Utara dan Taman Tebet Selatan yang selama ini terpisah Jalan Tebet Raya.

“Jembatan ini menyatukan aktivitas taman, memanjakan pejalan kaki dan pesepeda,” lanjutnya.

Sedangkan Taman Grande yang berfungsi visi mengembalikan fungsi taman secara ekologi, menjadi sarana interaksi, edukasi dan rekreasi bagi masyarakat DKI Jakarta.

Fasilitas baru seperti jogging track, plaza, sentra makanan, taman tematik juga akan dibangun. Selain itu akan ada taman bibit yang diperuntukkan oleh komunitas farming. Sementara itu, konsep taman bermain anak menggunakan inspirasi hewan-hewan di habitat rawa.

“Seperti meluncur bagai ular, melompat bagai katak dan memanjat bak tupai,” tutupnya. [ray]