Rapat Paripurna DPR Penutupan Masa Sidang IV Dihadiri 56 Anggota, Sisanya 232 Virtual

Irene

DPR RI menggelar rapat paripurna penutupan masa sidang IV tahun sidang 2020-2021 pada Jumat (9/4). Sebanyak 288 anggota dewan terdiri dari 232 secara virtual dan 56 fisik menghadiri rapat paripurna pagi ini.

Rapat hari ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

“Berdasarkan catatan sekretariat 232 virtual dan 56 fisik. Dihadiri seluruh fraksi di DPR RI, dengan demikian telah tercapai kuorum, perkenankan kami membuka rapat paripurna ke-16 masa sidang 2020-2021 kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar Dasco di gedung DPR RI, Jumat (9/4).

Ada sejumlah agenda dalam rapat paripurna hari ini. Yaitu pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Antara Republik Indonesia dan Negara-negara EFTA (Comprehensive Economic Partnership Agreement Between The Republic of Indonesia and The EFTA States).

Berikutnya, laporan Komisi XI DPR RI atas hasil uji kelayakan terhadap Kantor Akuntan Publik (KAP) yang diajukan BPK dan Menteri Keuangan. Penyampaian pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU usul inisiatif Komisi III DPR RI tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU usul DPR RI.

Setelah itu, pendapat fraksi-fraksi terhadap RUU usul inisiatif Komisi X DPR RI tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

Dilanjutkan dengan laporan BURT DPR RI tentang Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) DPR RI tahun 2022, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan, dan persetujuan fraksi-fraksi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian.

Rapat paripurna didahului pelantikan anggota DPR pergantian antar waktu masa jabatan 2019-2024.

Ketua DPR RI Puan Maharani akan memberikan pidato penutupan masa sidang. Sebelumnya Puan bilang akan menyampaikan komitmen DPR dalam membahas RUU prioritas.

“DPR memiliki komitmen tinggi untuk segera membahas RUU yang telah diprioritaskan tahun ini,” ujar Puan dalam keterangannya, Jumat (9/4). [bal]

Next Post

Ingin Kembali ke Mantan Istri, Pria di Bandung Nekat Aniaya Anak

Seorang pria berinisial D (44) di Bandung, tega menganiaya anak kandungnya sendiri yang masih balita berusia tiga tahun. Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, mengatakan, D menyiksa anaknya itu karena ingin kembali dengan mantan istrinya setelah bercerai. Pelaku menyiksa dengan memukul serta menginjak anaknya itu. “Allhamdulillah Unit PPA (Pelayan […]