Jakarta () – Teknologi probiotik yang kini digunakan dalam produk kebersihan rumah tangga bisa memberikan efek higienis lebih lama hingga pembersihan tuntas, ungkap President of Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics (ISSPP), Prof. Ingrid S. Surono, MSc, Ph.D.

Inggrid yang juga Guru Besar Universitas Bina Nus itu menjelaskan, teknologi ini memanfaatkan konsorsium Bacillus sp.,Saat spora ini bertemu mikroba, maka dia segera mengeluarkan enzim-enzim untuk menghilangkan mikroba.
 
"Kalau menggunakan konvensional home care, maka sulit terjadi deep cleaning karena pasti ada sisa mikroba yang menempel," ujar dia dalam sebuah webinar, Rabu (20/4).

Mikroba yang menempel pada suatu permukaan memiliki kesempatan untuk membentuk biofilm yang nantinya sulit dihancurkan dengan disinfektan biasa. Diperlukan disinfektan dalam dosis lebih tinggi untuk menghancurkan biofilm dan ini sebenarnya dikhawatirkan bisa berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.

"Biofilm terbentuk harus ada permukaan dan probotik ini (spora Bacillus) memang butuh permukaan untuk menempel. Produk probiotic cleaning formulasinya sudah distabilkan menggunakan konsorsium spora Bacillus yang sudah distabilkan," kata dia.

Penelitian yang sudah dipublikasikan menemukan, penggunaan teknologi probiotik dalam produk kebersihan di rumah sakit, bahkan bisa melindungi para tenaga kesehatan terhadap infeksi yang terkait saluran pernapasan.

Menurut Inggrid, formulasi probiotik dalam produk pembersih salah satunya untuk lantai merupakan suatu terobosan dan inovasi yang memberikan solusi higienis menggunakan bahan-bahan alami sehingga mendukung mikrobioma lingkungan yang positif. Formula ini juga memberikan efek higienis yang lebih lama dan sangat efektif terhadap penghancuran serta penghambatan terbentuknya biofilm sehingga bisa tercapai pembersihan secara tuntas.

"Berbagai jenis probiotic cleaning yang ada di pasaran internasional. Bentuknya bisa pembersih. Saatnya Indonesia punya produk home care cleaning probiotic," kata dia.

Konsumen, kata dia, umumnya mengharapkan produk kebersihan yang secara kasat mata mampu membersihkan permukaan benda, tidak ada efek bau menyengat dari bahan kimia yang digunakan, aman, memberikan efek higiene yang lebih lama dan pembersihan tuntas.

Baca juga: Konsumsi terlalu banyak probiotik bisa sebabkan masalah

Baca juga: Probiotik hingga klorofil, bakal trend produk kecantikan 2022

Baca juga: Pentingnya prebiotik dan probiotik untuk nutrisi anak di masa pandemi

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © 2022