Polisi Kembali Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan di Yahukimo

Irene

Polisi Kembali Tangkap Terduga Pelaku Pembunuhan di Yahukimo

Aparat gabungan TNI-Polri kembali menangkap satu orang terduga pelaku atas kasus pembunuhan di Yahukimo bernama Yepi Magayang (YM). Kini, polisi masih memburu tersangka utama yang merupakan seorang pecatan TNI.

“Tertangkap 1 tersangka atas nama YM kasus pembunuhan. Yang mana tersangka utamanya masih DPO,” kata Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Awi Setiyono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10).

Awi mengatakan tersangka utama yang hingga kini belum diketahui namanya itu merupakan pecatan TNI atas kasus penjualan amunisi.

“Memang tersangka utama merupakan pecatan anggota TNI atas kasus penjualan amunisi dan yang bersangkutan telah diproses secara hukum dan dipecat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yahukimo Hendry Jovinski, staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo, Papua, tewas dibunuh. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, dari laporan yang diterima terungkap pelaku pembunuhan adalah seorang pecatan TNI.

“Memang benar dari laporan yang diterima, terungkap salah seorang pelaku adalah mantan anggota TNI yang dipecat karena kasus penjualan amunisi di Kabupaten Mimika tahun 2018,” kata Paulus Waterpauw. Dikutip dari Antara, Rabu (26/8).

Diketahui, polisi menangkap terduga pelaku kekerasan terhadap Staf KPU Yahukimo Hendry Jovinski yang terjadi pada 11 Agustus 2020 hingga tewas. Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (16/9) kemarin di Jalan Pasar Baru Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, penangkapan terhadap terduga pelaku atas nama Ariel Sonyap alias Korowai di dalam Pasar Baru Dekai ini berdasarkan adanya informasi dari masyarakat pada pukul 08.00 WIT.

Tanah Papua pada Agustus lalu digemparkan dengan kasus pembunuhan staf KPU Hendry Jovinsky, di Kali T, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Pembunuhan yang terjadi pada 11 Agustus 2020 tercatat pada laporan dengan Nomor LP/38/VIII/2020/Papua/Resor Yahukimo.

Selanjutnya muncul kasus lain yaitu kematian Muhammad Thoyib (39), yang berprofesi sebagai tukang mebel, di Jalan Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Yahukimo, 20 Agustus. Kasus ini tercantum dalam laporan Nomor LP/39/VIII/2020/Papua/Resor Yahukimo, tanggal 20 Agustus 2020.

Dan kasus ketiga adalah kematian Yauzan Alias Ocang (34), tukang antar batako, pada tanggal 26 Agustus 2020, di Jembatan Kali Buatan, Jalan Gunung, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo dengan laporan nomor LP/42/VIII/Papua/Resor Yahukimo.

Tiga kasus kematian di Kabupaten Yahukimo di bulan Agustus itu membuat geram aparat Kepolisian dan TNI di Papua. Sehingga seluruh aparatur bekerja sama, dalam hal ini turut juga Satgas Nemangkawi bersama personel Polres Yahukimo di bawah perintah Polda Papua untuk mengungkap kasus tersebut.

“Dari ketiga kasus tersebut ditangkap pula anggota KKB lainnya yang terlibat dalam kepemilikan senjata tajam atas nama YY, pembakaran ATM BRI atas nama AS alias Koroway, serta makar atas nama PM dan KM,” sebutnya.

Atas penangkapan itu, kelima tersangka yang ditangkap oleh satgas gabungan Nemangkawi sudah ditahan di Mapolda Papua.

“Ke depannya, diharapkan dapat ditangkap petinggi dari KKB yang terus menjadi provokator separatis Papua,” tutupnya. [rnd]

Next Post

BPBD Sebut 56 RT dan 257 Warga Mengungsi Akibat Banjir Jakarta

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M Insaf menyatakan ada 56 RT tergenang banjir akibat hujan yang terjadi di Ibu Kota pada Minggu (5/10/) malam. Kata dia, puluhan RT tersebut tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat. Sebanyak 257 orang mengungsi di Musala Al – Ma'muriah, […]