Polisi Dalami Penyebab Kematian WNA Korsel di Apartemen Kawasan Kebayoran Baru

Irene

Polisi Dalami Penyebab Kematian WNA Korsel di Apartemen Kawasan Kebayoran Baru

Yok Seok Lim, pria warga negara asing asal Korea Selatan ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dugaan sementara, pria itu bunuh diri.

“Dugaan sementara bunuh diri, tapi kita masih lakukan pendalaman dengan melakukan visum dan sebagainya untuk mencari tahu kemungkinan lain,” kata Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Jimmy Christian. Demikian dikutip dari Antara, (1/10).

Polisi menyebut korban diperkirakan berusia 35 tahun. Sudah tinggal lama di Indonesia dan bekerja sebagai karyawan swasta serta memiliki sebuah perusahaan di Jakarta.

Polisi menerima laporan peristiwa itu dari rekan-rekan korban dan petugas keamanan apartemen pada Rabu sekitar pukul 19.00 WIB.

Menurut Jimmy, saat petugas tiba di lokasi, tubuh korban sudah terbaring dengan leher masih terikat tali. “Waktu anggota datang, posisi korban sudah diturunkan,” kata Jimmy.

Dari hasil pemeriksaan awal keterangan saksi dari teman-teman korban, tubuh korban pertama kali ditemukan tergantung di kamar mandi di dalam apartemennya yang terkunci dari dalam.

Tubuh korban ditemukan tergantung terikat seutas tali di dalam kamar mandi, dengan kondisi masih berpakaian lengkap.

Penemuan korban berawal dari kecurigaan teman-temannya yang sejak pagi kesulitan untuk menghubungi korban.

“Biasanya, korban kalau dihubungi atau di WA pasti dibalas, tapi sehari kemarin korban tidak bisa dihubungi hingga teman-temannya khawatir dan mengecek ke kediamannya,” kata Jimmy.

Saat dicek ke apartemennya dan dipanggil-panggil dari luar, korban tidak menjawab panggilan teman-temannya. Sementara pintu apartemenya terkunci dari dalam.

Teman-teman korban yang berjumlah tiga orang terdiri atas warga negara Indonesia dan WNA Korea Selatan menghubungi petugas apartemen dan keamanan setempat. Lalu pintu kamar apartemen didobrak.

“Saat itu posisi korban ditemukan sudah tergantung di kamar mandi, kemudian teman-teman bersama satpam memutuskan talinya, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Hasil identifikasi juga begitu, korban terjerat tali dan pintu apartemen terkunci dari dalam,” kata Jimmy.

Polisi masih menelusuri penyebab kematian korban. Petugas juga telah menghubungi Kedutaan Besar Korea Selatan untuk berkoordinasi menghubungi keluarga korban.

Selama di Indonesia, korban tinggal seorang diri di apartemennya di kawasan Kebayoran Baru.

Polisi telah mengevakuasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban juga telah dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk divisum guna penyelidikan lebih lanjut. [lia]

Next Post

Tempat Hiburan Malam & Karaoke di Samarinda Ditutup Karena Langgar Protokol Kesehatan

Pemkot Samarinda menutup tempat hiburan malam (THM) dan tempat karaoke selama sepekan, mulai Jumat (2/10). Alasannya karena pelanggaran protokol kesehatan. Apalagi, kasus aktif Covid-19 di Samarinda dinyatakan tertinggi di Kalimantan Timur. Keputusan itu dikeluarkan Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Samarinda Syaharie Jaang melalui surat bernomor 360/634/300.07 yang […]