Polisi Bentuk Timsus untuk Patroli di Daerah Rawan Begal Pesepeda

Irene

Polisi Bentuk Timsus untuk Patroli di Daerah Rawan Begal Pesepeda

Polda Metro Jaya bersama TNI dan Dinas Perhubungan (Dishub) membentuk tim khusus untuk mengantisipasi pembegalan dialami pesepeda di ibu kota. Tim khusus itu nanti bakal patroli di daerah rawan begal pesepeda menyusul aksi kejahatan tersebut yang belakangan meningkat.

“Terus Polda Metro Jaya sudah bentuk tim khusus dengan Dishub dan bantuan Kodam Jaya membantu kami melakukan patroli di tempat-tempat yang sudah kita petakan mana daerah-daerah yang dianggap rawan terjadi pembegalan sepeda,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (3/11).

“Terus ada yang pakai seragam melakukan penjagaan baik dari kepolisian dan Dishub. Yang pakaian preman juga sama diturunkan untuk memantau. Represifnya kita lakukan penindakan yang tegas, karena menganggu Kamtibmas,” imbuh dia.

Yusri menyebut kebanyakan pelaku mengincar para korban saat melakukan pembegalan yakni saat pesepeda sedang melakukan aktivitasnya secara sendiri. Hal ini diungkap berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev).

“Hasil anev kita terhadap para korban ini yang pertama merka ini suka jalan sendiri, makanya kami mengimbau kalau mau bergerak bermain sepeda silakan sudah disiapkan jalurnya tetapi jangan sendiri. Kalau boleh berkelompoklah agar mengurangi niat para pelaku ini,” ujar dia.

Selain itu, para pelaku mengincar korbannya yang menempelkan handphonenya di bagian depan atau di stang sepeda. Sehingga, membuat pelaku mudah untuk mengambil barang milik korban.

“Kemudian ada yang ditaruh di belakang handphone-nya juga tasnya main diikat sembarang saja. Kita imbau pengguna sepeda agar menjaga masing-masing keamanannya tolong barang-barang berharga disimpan di tempat-tempat yang tidak kelihatan,” ujarnya.

Lalu, untuk menghindari menjadi korban pembegalan. Masyarakat atau para pengguna sepeda diminta untuk mencari jalur yang ramai.

“Kemudian cari rute-rute yang memang jangan rute yang sepi. Hasil anev kita bahwa kejadian selama ini yang dilaporkan dan tidak dilaporin ke kepolisian bahwa selama ini kejadiannya jam 6 sampai jam 9 pagi. Habis subuh dia jalan sendiri di tempat yang sepi, jangan cari rute yang rawan,” ungkapnya. [gil]

Next Post

Periksa Budi Santoso, KPK Dalami Korupsi di PT Dirgantara Indonesia

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso dalam kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran di PT DI. Budi akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. “BUS ( Budi Santoso) akan diperiksa sebagai tersangka,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri […]