Breaking News in Indonesia

Pesta Miras hingga Mabuk, Pemuda Ini Akhirnya Hanyut di Sungai Tondano Manado

Ahli Tambengi (17), seorang pemuda hanyut di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, di Kelurahan Karame, Kota Manado, usai minum minuman keras, Minggu (30/5). Tim SAR gabungan melakukan penyisiran untuk mencari korban, namun belum menemukan. Pencarian kembali dilakukan pada pagi ini, Senin (31/5).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado, Suhri Sinaga mengatakan, tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, RAPI serta masyarakat setempat melanjutkan pencarian kembali.

“Tim dibagi beberapa kelompok untuk mempercepat penemuan korban dalam pencarian tersebut,” kata Suhri kepada wartawan. Dikutip dari Antara.

Dia mengatakan informasi yang diperoleh pada Minggu (30/5) korban warga Karame Kota Manado bersama dua orang temannya minum minuman keras di pinggiran DAS Tondano.

Keterangan saksi mata Ilham Boham sekitar pukul 07.00 WITA, mereka bertiga minum miras di pinggir DAS Tondano yang berada di Kelurahan Karame Lingkungan II Manado.

Setelah selesai pesta miras, melihat korban sedang mandi di sungai. Pada saat itu saksi sempat menegur korban supaya tidak mandi d sungai karena sudah mabuk.

“Pada jam 18.00 WITA, korban tidak pulang ke rumah dan keluarga korban mencari keberadaan korban di sungai dengan teman-temannya,” katanya.

Dia mengatakan pada pukul 20.30 WITA, Basarnas Manado menerima laporan bahwa telah terjadi insiden membahayakan jiwa manusia di sungai DAS Tondano.

Mendapatkan laporan tersebut tim bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta melakukan pencarian. “Hari ini Senin, pencarian terhadap korban kembali dilanjutkan dimulai pukul 07.00 WITA,” katanya.

Sinaga mengatakan agar tim SAR gabungan untuk tetap memperhatikan keamanan pada saat pencarian korban dan menjaga kekompakan sesama tim koordinasikan dengan baik bersama pemerintah setempat.

Tim yang terlibat juga memberitahukan kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau nelayan-nelayan yang ada di muara, agar mempercepat penemuan korban. [cob]