Breaking News in Indonesia

Perputaran THR Idulfitri Diyakini Jadi Momentum Keluar dari Resesi Ekonomi

Momentum hari raya Idulfitri menjadi daya ungkit kegiatan ekonomi secara makro. Perputaran uang pada Lebaran diperkirakan mengalami kenaikan signifikan. Terutama setelah pencairan dana Tunjangan Hari Raya (THR).

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Ajib Hamdani mengatakan, sedikitnya perputaran dana THR akan memberikan kontribusi sebesar 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Apalagi perputaran dana THR tahun ini diperkirakan pemerintah mencapai Rp150 triliun.

Pemerintah juga menyarankan agar masyarakat membelanjakan alokasi THR yang ada, terutama belanja untuk komoditas produksi dalam negeri. Harapannya untuk memberikan multiplier effect, terutama tumbuhnya UKM di Indonesia. Sebab, UKM menopang lebih dari 60 persen PDB.

“Naiknya daya beli masyarakat di momentum lebaran, bisa menjadi salah satu pendongkrak dan penopang harapan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua sesuai harapan,” kata Ajib kepada , Kamis (13/5).

Menurutnya, kuartal kedua tahun ini menjadi tolok ukur pencapaian target pertumbuhan ekonomi secara agregat tahun 2021, sebesar 4,5-5,5 persen. Idulfitri juga menjadi bagian momentum yang harus terkelola dengan baik. Sebab dalam konteks geliat ekonomi, Idulfitri menjadi momentum untuk keluar dari resesi.

“Pemerintah harus menjaga ritme daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat, sambil secara paralel menekan potensi inflasi. Karena ketika terjadi inflasi (misalnya terjadi karena kebijakan pajak yang tidak tepat), maka akan secara langsung mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat.” [noe]