Perkuat Pengawasan, PPNS BPH Migas akan dibekali Senjata Api

Irene

Perkuat Pengawasan, PPNS BPH Migas akan dibekali Senjata Api

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa didampingi Komite BPH Migas M Lobo Balia dan Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro beserta Tim melakukan kunjungan kerja ke PT Pindad, Bandung. Dalam kunjungan tersebut, rombongan BPH Migas diterima oleh Direktur Utama PT Pindad (Persero) Abraham Mose, Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan Heru Puryanto beserta Tim.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menyampaikan fokus utama kunjungannya ke PT Pindad adalah ingin memperkuat pengawasan di sektor BBM dengan membekali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BPH Migas dengan senjata api. Pembekalan senjata api ini dilakukan untuk perlindungan diri dan juga agar para PPNS semakin percaya diri, kuat mental, dan berani dalam memberantas mafia migas. Untuk itu BPH Migas memandang perlunya kerja sama dengan PT Pindad (Persero) dalam pengadaan senjata api tersebut.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa Melakukan Kunjungan Kerja ke PT Pindad ©2020

BPH Migas dalam kaitannya sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengawasan distribusi BBM, saat ini memiliki 30 PPNS. “Kami ingin penyidik kami yang berjumlah 30 orang ini yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan di Lemdiklat Polri Diklat Reserse Megamendung dan telah dilantik oleh Kemenkumham dibekali senjata yang sesuai agar semakin berani dalam memberantas para mafia BBM,” ujar Ifan sapaan untuk M. Fanshurullah Asa, Jumat (2/10).

Lebih lanjut Ifan menambahkan bahwa saat ini pelanggaran dalam kegiatan hilir migas semakin meningkat baik BBM subsidi maupun non subsidi. Diantaranya berupa pengoplosan BBM, penyalahgunaan atau penyelewengan BBM subsidi, modifikasi tangki BBM, dan Usaha illegal/izin palsu/izin kadalurasa namun masih melakukan kegiatan usaha. Berdasarkan data dari BPH Migas ditahun 2020 hingga Agustus terdapat 281 kasus dengan barang bukti sebanyak 1.341, 66 KL.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa Melakukan Kunjungan Kerja ke PT Pindad ©2020

Diceritakan oleh Ifan, Tim PPNS BPH Migas saat itu akan menangkap penyimpangan BBM di Medan berbalik arah karena mereka bawa senjata api, sehingga pasukan kocar kacir. Pernah juga tim terpadu yang melibatkan TNI darat dan udara, juga Polri, ketika di Sumsel, juga berhadapan dengan para mafia yang membawa senjata yang lebih canggih. “Kami ingin PPNS BPH Migas selain dilengkapi dengan senjata, juga nanti dilatih oleh Kopassus, supaya ke depan menjadi Kopassus di bidang Migas,” imbuh Ifan.

Selain itu Ifan juga berharap PT. Pindad dapat memproduksi sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan usaha disektor hilir migas, seperti pembuatan ISO Tank untuk LNG, peralatan pipanisasi gas, dan juga sarana dan prasarana untuk mini SPBU seperti shelter, dispenser dan tangki penyimpanan BBM yang saat ini sudah berjalan “Ke depan kita ingin prioritas penggunaan produksi dalam negeri dalam kegiatan sektor hilir migas, yang saat ini masih banyak diimpor, akan kita gantikan dengan produksi dalam negeri,” tegas Ifan.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa Melakukan Kunjungan Kerja ke PT Pindad ©2020

Sementara itu Direktur Bisnis Produk Pertahanan dan Keamanan Heru Puryanto pada kesempatan tersebut menjelaskan secara singkat bahwa saat ini Pindad memiliki dua bidang bisnis yaitu produk bisnis pertahanan dan keamanan (hankam) dan produk bisnis non hankam. Untuk produk bisnis hankam meliputi kendaraan tempur, senjata berbagai macam kaliber dan amunisi. Adapun yang Non Hankam yaitu alat-alat yang berhubungan dengan industrial, seperti alat pertanian, tabung gas berbagai ukuran, Ventilator dan juga sarana dan prasarana Pertashop seperti shelter, dispenser dan tangki penyimpanan BBM.

“Pada prinsipnya bisnis utama Pindad adalah produk pertahanan dan keamanan, karena itu ada core utama kami. Kami menyambut baik rencana kerjasama BPH Migas untuk pengadaan senjata api dan harapan kami PT.Pindad juga dapat berperan serta dalam menyediakan kebutuhan industri di sektor hilir migas,” ujar Heru.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa Melakukan Kunjungan Kerja ke PT Pindad ©2020

Setelah acara pertemuan, Kepala BPH Migas dan tim melakukan site visite ke pabrik dan display senjata dan juga uji coba menembak dengan beberapa varian senjata laras panjang. [hhw]

Next Post

Pemerintah 'Nabung' Rp1,5 T di BPD Sulselbar dan Kalbar

Jakarta, Indonesia — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto menuturkan pemerintah akan menempatkan dana Rp1,5 triliun untuk dua bank pembangunan daerah (BPD).  Kedua bank tersebut, antara lain Bank Sulawesi Selatan Barat dan Bank Kalimantan Barat dengan penempatan dana masing-masing sebesar Rp […]