Peran Tenaga Medis dan Media Sosial dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Irene

Peran Tenaga Medis dan Media Sosial dalam Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

Peran tenaga medis dan media sosial di tengah pandemi sangatlah vital. Meski keduanya tidak dalam bidang yang sama, namun saat pandemi seperti sekarang ini tenaga medis dan media sosial memberi pengaruh dan peran yang besar dalam memutus rantai penyebaran virus corona.

Selain menjadi garda terdepan dalam menangani pandemi corona, tenaga medis juga bisa membantu masyarakat dengan cara memberi informasi akurat dan penyuluhan terkait COVID-19 melalui media sosial.

“Tenaga kesehatan itu jadi ujung tombak dari penanganan COVID-19, ada beberapa peran dari tenaga kesehatan yang selama ini akan terus dilakukan oleh para tenaga kesehatan,” ujar Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga, Ibu R. Niken Widiastuti yang dikutip dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Sabtu (21/11).

Niken menambahkan, saat ini pola hidup, sikap, dan perilaku masyarakat sudah berbeda dibanding sebelumnya. Hal itu pun berimbas kepada segala bidang yang menerapkan protokol kesehatan serta physical distancing.

“Mengapa kita perlu physical distancing? Saat ini organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengubah istilah pembatasan sosial (social distancing) menjadi menjaga jarak fisik (physical distancing). Alasan penggunaan istilah ini adalah untuk mengklarifikasi bahwa ada instruksi untuk berdiam di rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona. Namun, bukan berarti kita memutus kontak dengan partner atau keluarga secara sosial,” sambung Niken.

Sedangkan, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah membeberkan sejumlah peran vital perawat di masa pandemi. “Perawat adalah tulang punggung sistem kesehatan, WHO juga menyoroti bagaimana perawat seluruh dunia saat ini berada di garis depan dalam penanganan pasien, keberanian yang dibarengi dengan belas kasih kepada pasien untuk melawan corona.” ujarnya.

Tak hanya memberikan pelayanan di bidang kesehatan saja, saat ini perawat juga bisa memberikan informasi terkini dan terpercaya terkait COVID-19 melalui media sosial. Selain itu, media sosial yang digunakan juga bisa memberi edukasi kepada masyarakat bagaimana bisa tetap sehat di tengah pandemi.

“Perawat harus memahami terkait penggunaan medsos untuk meningkatkan dan informasi dalam praktik dan penyuluhan kesehatan termasuk juga memahami resiko dalam penggunaan medsos,” kata Harif.

Namun demikian, masih kata Harif, perawat juga harus berhati-hati dalam memposting gambar atau konten ketika tidak terkait dan tidak membantu penguatan citra keperawatan secara global. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak
Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Next Post

GAPKI Pede Devisa Ekspor Sawit 2020 Naik Meski Ada Corona

Jakarta, Indonesia — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) optimistis pendapatan devisa dari ekspor sawit tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pasalnya meski volume ekspor turun, harga sawit sedikit lebih tinggi dibandingkan 2019. Wakil Ketua Umum III GAPKI bidang Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan Togar Sitanggang bahkan mengatakan hari ini harga freight on board […]