Per 24 Desember, KAI Berangkatkan 9.760 Penumpang dari Jakarta

Irene

Per 24 Desember, KAI Berangkatkan 9.760 Penumpang dari Jakarta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah memberangkatkan hampir 10.000 penumpang dari Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta pada awal libur Natal 2020, Kamis (24/12).

“Volume penumpang pada awal libur Natal Kamis kemarin mencapai 9.760 pengguna KAI,” kata Kepala Humas PT KAI Daop I, Eva Chairunisa saat dihubungi , Jumat (25/12).

Eva mengatakan, data jumlah penumpang tersebut dihimpun dari dua stasiun besar di pusat ibu kota Jakarta. Rinciannya 1.800 penumpang berasal dari Stasiun Gambir dan 7.900 penumpang berasal dari Stasiun Pasar Senen.

Dia menambahkan, kedua stasiun tersebut juga telah memberikan pelayanan rapid test antigen terhadap 17.313 penumpang sejak 21 sampai 24 Desember 2020. “Sementara update data rapid antigen pada pukul 07.00 WIB 25 Desember ini, Stasiun Gambir sebanyak 131 penumpang dan Stasiun Pasar Senen sebanyak 740 penumpang,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 231.814 kursi di Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 yang akan dimulai pada 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021 atau berjalan selama 20 hari.

Eva mengatakan melalui data pemesanan tiket, untuk tahun ini, puncak masa Angkutan Nataru 2020/2021 diprediksi akan terjadi sekitar tanggal 23 dan 24 Desember 2020.

“Sementara berdasarkan data reservasi per hari ini, angka keberangkatan tertinggi pada moment Nataru 2020/2021 terjadi pada 23 Desember 2020 yakni sekitar 13.730 penumpang,” kata Eva dalam keterangannya, Senin (14/12).

Namun, data tersebut masih dapat berubah mengingat masih mungkin ada tambahan penumpang yang melakukan reservasi ataupun membeli tiket go show 3 jam sebelum keberangkatan untuk tanggal 18 Desember 2020 s.d 06 Januari 2021. [azz]

Next Post

Menag Yaqut Akan Kaji SKB Pelarangan Ahmadiyah

Jakarta, Indonesia — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas¬†menyatakan akan mengkaji pencabutan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri yang berisi tentang larangan ajaran Ahmadiyah. SKB yang memuat tentang larangan menjalankan seluruh kegiatan bagi penganut Ahmadiyah itu ditandatangani jaksa agung, menteri dalam negeri dan menteri agama pada 2008. “Kita akan kaji nanti,” […]