Penyaluran Pembiayaan PNM Melonjak

Kinerja pemberdayaan selama triwulan I tahun 2021, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah salurkan pembiayaan kepada sektor mikro kecil hingga mencapai Rp 11,68 triliun.

Executive Vice President (EVP) Keuangan dan Operasional PT PNM (Persero) jelaskan jumlah tersebut melonjak signifikan sebesar 95,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar Rp 5,98 triliun.

“Kontributor terbesar lonjakan penyaluran pembiayaan tersebut yaitu dari PNM Mekaar”, lanjutnya.

Sunar menambahkan, kinerja perseroan terbilang sangat baik dengan adanya peningkatan pembiayaan yang disalurkan, yang sejalan dengan penambahan jumlah nasabah pada periode tersebut. Jumlah nasabah PNM saat ini menjadi 8,98 juta nasabah, atau naik 38,1 persen jika dibandingkan kuartal I-2020 yang hanya 6,5 juta nasabah.

“Diharapkan nantinya bisa mencapai 10 juta nasabah di tahun 2021 ini. Karena kita ingin jadi salah satu lembaga terbesar di dalam pembiayaan sektor mikro,” ujar Sunar.

Selama ini, status bank atau lembaga pembiayaan terbesar yang menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha ultra mikro dan masyarakat kurang mampu masih dipegang Grameen Bank asal Bangladesh. PNM yakini siap menyusul menjadi salah satu lembaga pembiayaan mikro terbesar.

Pada kesempatan yang sama EVP Bisnis ULaMM, PT PNM (Persero) , Kindaris mengatakan pada triwulan I-2021, penyaluran pembiayaan nasabah ULaMM sebesar Rp 339,103 miliar. Naik dari periode yang sama pada tahun 2020 yakni Rp 258,274 miliar.

“Terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan dari semula Rp 258 miliar tahun lalu menjadi Rp 339 miliar di tahun ini, naik 31 persen,” kata Kindaris

Sementara itu pada program PANTAS, dalam waktu 6 bulan terakhir terus mengalami peningkatan. Hingga akhir Maret 2021, outstanding telah mencapai Rp 343 miliar dari Rp 10,1 miliar pada Oktober 2020.

Begitu juga dengan NOA yang mengalami peningkatan dari pertama kali dirilis Oktober 2020 yakni 877 ribu menjadi 33,911 ribu pada akhir Maret 2021.
“PANTAS terlihat sejak pertama kali dirilis 6 bulan lalu outstanding tumbuh rata-rata 218 persen dan NOA tumbuh 225 persen,” lanjutnya.

EVP Pengembangan dan Legal PT PNM (Persero), Rahfie Syaefulshaaf menjelaskan terkait penyaluran BPUM tahap II yang sedang berlangsung PNM bukan lagi sebagai lembaga pengusul atau bahkan penyalur. Namun perseroan tetap berkomitmen untuk mendampingi nasabah PNM Mekaar yang kesulitan dalam tahap administrasi. [hrs]