Breaking News in Indonesia

Penguasa Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Akan Hadiri KTT ASEAN di Indonesia

Thailand mengumumkan, kepala pemerintahan militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, akan menghadiri KTT ASEAN di Indonesia pekan depan. Ini merupakan lawatan asing pertamanya sejak menggulingkan kekuasaan dalam sebuah kudeta pada 1 Februari.

Myanmar telah dilanda krisis dan unjuk rasa massal di seluruh negeri sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi. Pasukan keamanan telah membunuh 728 demonstran pro demokrasi, menurut kelompok aktivis.

Negara-negara tetangga Myanmar telah berusaha mendorong pembicaraan antara penguasa militer dan pemerintah yang digulingkan, tapi militer tidak begitu tertarik untuk terlibat dalam perundingan.

Pada Sabtu, juru bicara kementerian luar negeri Thailand, Tanee Sangrat menyampaikan beberapa pemimpin dari 10 negara ASEAN termasuk Min Aung Hlaing telah mengonfirmasi akan menghadiri KTT pada 24 April nanti. Demikian dikutip dari Al Jazeera, Minggu (18/4).

Sementara itu, pemerintah militer telah membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri pada Sabtu di bawah amnesti Tahun Baru, demikian disampaikan Departemen Lembaga Pemasyarakatan. Dari tahanan yang dibebaskan ini, beberapa orang diperkirakan merupakan aktivis demokrasi yang ditangkap sejak kudeta.

Sabtu merupakan hari pertama Tahun Baru Myanmar dan hari terakhir libur lima hari yang biasanya ditandai dengan mengunjungi kuil Buddha.

Aung San Suu Kyi berada di antara 3.141 orang yang ditangkap berkaitan dengan kudeta, menurut data dari Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP). Suu Kyi menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk melanggar UU Rahasia Pejabat, yang terancam hukuman 14 tahun penjara. Pengacaranya membantah tuduhan tersebut.

“Para tahanan (yang dibebaskan) ini terbanyak dari sebelum 1 Februari tapi ada juga beberapa yang ditangkap setelah itu,” jelas juru bicara Departemen Lembaga Pemasyarakatan, Kyaw Tun Oo.

Dia mengatakan tidak punya rincian pelanggaraan yang pernah dilakukan para tahanan ini.

Di antara tahanan yang dibebaskan ada 137 warga negara asing, yang akan dideportasi, demikian dilaporkan televisi pemerintah, tapi tidak memberikan rincian lebih jauh.

AAPP menyampaikan, militer terus memburu 832 orang berkaitan dengan unjuk rasa. Di antara mereka lebih dari 200 orang merupakan aktor, penyanyi, dan selebritas internet, yang telah menyuarakan penentangannya terhadap kudeta.

Pada Sabtu, media pemerintah mengumumkan nama dari 40 orang lainnya yang sedang diburu, 20 di antara mereka merupakan dokter. [pan]