Breaking News in Indonesia

Pengamat Nilai Kegiatan Road Bike Lebih Baik di Velodrome

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyarankan agar pengguna sepeda dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan sarana Velodrome untuk aktivitas bersepeda. Ia menyayangkan jika jalan protokol seperti Sudirman-Thamrin dipilih menjadi jalur sepeda road bike di jam tertentu.

Dia menilai, jalan protokol sejatinya memang diperuntukan bagi kendaraan bermotor. Soal mengakomodir pesepeda, hal itu sudah dilakukan dengan membangun jalur sepeda di beberapa titik di Jakarta.

“Kalau olahraga dengan road bike memang harus di stadium, seperti halnya balapan motor atau mobil di sirkuit, bukan balapan di jalan raya,” katanya, Rabu (2/6).

Djoko mengingatkan agar pemberian izin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas penggunaan jalan Sudirman-Thamrin sebagai lintasan jalur road bike, hal itu wajib diikuti dengan aturan ketat. Seperti maksimal dua sepeda yang sejajar, harus mengikuti aturan traffic light di persimpangan.

“Kemudian maksimal 10 baris dalam satu peleton agar tidak terlalu panjang,” ucapnya

Selain itu, dia juga meminta Pemprov menyiagakan petugas di setiap pintu keluar dari gedung atau perkantoran untuk mencegah kecelakaan saat sepeda keluar gedung.

Upaya Pemprov menjadikan sepeda sebagai alat transportasi alternatif terus digenjot dengan membangun sejumlah jalur sepeda permanen di beberapa jalan.

Bahkan, Pemprov menetapkan jalan layang non tol (JLNT) sebagai lintasan permanen untuk uji coba road bike di akhir pekan. Lintasan untuk sepeda dengan kecepatan tinggi itu dibatasi sejak pukul 5 hingga 8 pagi.

“Hasil rapat sementara lintasan jalan non tol Kokas yang Karet itu menjadi lintasan permanen roadbike setiap Sabtu-Minggu saja, jam 5 sampai 8 pagi,” ujar Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, Senin (31/5).

Selain JLNT Kota Kasablanka, uji coba lintasan untuk road bike juga berlaku di jalan Sudirman-Thamrin. Untuk dijalan ini, uji coba dilakukan Senin hingga Jumat dimulai pukul 05.00-06.30 WIB.

Riza menambahkan, penetapan lintasan roadbike akan diatur melalui Keputusan Gubernur. Untuk saat ini, draft tentang aturan lintasan roadbike masih dibahas secara marathon oleh stakeholder.

Politikus Gerindra itu menjelaskan alasan Pemprov DKI terus menggenjot fasilitas bagi pesepeda yaitu untuk memberikan kesempatan sebaik-baiknya antar pengendara agar bisa saling menghormati satu sama lain.

“Memberi kesempatan sama, tidak mengganggu satu sama lain.”

Ia menilai, semua punya pengguna jalan memiliki kesempatan yang sama baik itu pengguna sepeda roadbike, non roadbike, kendaraan bermotor hingga transportasi publik. [fik]