Breaking News in Indonesia

Pemprov DKI Diminta Bikin Pasar Darurat Pengganti Pasar Kambing yang Terbakar

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) meminta PD Pasar Jaya menyediakan pasar darurat sebagai lokasi pengganti sementara untuk para pedagang di Pasar Lontar atau Pasar Kambing, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Sekretaris Jenderal IKAPII, Reynaldi Sarijowan mengatakan, pasar darurat sangat dibutuhkan pedagang agar perekonomian di lingkup pasar tradisional tetap hidup.

“IKAPPI berharap, pasca kebakaran ini pemerintah melalui PD. Pasar Jaya menyiapkan pasar darurat agar pedagang pasar yang terdampak secara langsung dapat kembali berjualan,” kata Reynaldi, Jumat (9/4).

Reynaldi mengatakan, kebakaran menjadi momok mengerikan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor perdagangan di pasar tradisional.

Ia pun mendesak pemerintah melalui instansi terkait untuk memperhatikan unsur sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif, pasif, pengawasan hingga pengendalian kebakaran pasar. Sebab menurutnya, masalah terbesar pasar tradisional yaitu kurangnya manajemen pengelolaan dan pengawasan dari pemerintah yang masih jauh dari kata layak.

“Saya berharap pemerintah harus menambah kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di sektor pasar tradisional,” tandasnya.

Sementara itu, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat/Damkar) DKI Jakarta menduga kebakaran yang terjadi di Pasar Lontar atau Pasar Kambing di Tanah Abang, Jakarta Pusat diakibatkan konseleting listrik pada sebuah bangunan.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik pada lapak 2 perabotan di Pasar Lontar,” kata Humas Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Mulat Wijayanto, saat dihubungi , Kamis (8/4).

Dia mengatakan, awalnya sejumlah pedagang berusaha memadamkan kebakaran. Namun karena api kian besar dan barulah menghubungi petugas damkar.

Mulat mengatakan kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.55 WIB ini saat ini telah berhasil dipadamkan, sekitar pukul 19.30 WIB. Sementara akibat kejadian ini, sekitar 174 lapak pedagang dengan total luas sekitar 5.000 m2 hangus terbakar.

“Ditaksir kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 1 miliar. Dan Pemadaman dinyatakan selesai,” terangnya. [rnd]