Pemkot Solo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Irene

Pemkot Solo Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah kota (Pemkot) Solo mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah-sekolah saat pandemi Covid–19. Persiapan secara matang juga dikoordinasi dengan Gugus Tugas Covid–19.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, diperlukan persiapan matang, terencana serta terkoordinasi dengan baik dan kuncinya adalah komunikasi semua elemen. Untuk mempersiapkan PTM, menurut Rudy harus dimulai dengan simulasi terlebih dahulu. Yakni dengan melibatkan beberapa sekolah yang sudah siap dengan sarana dan prasarana belajar tatap muka.

“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan kita mulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” ujar Rudy,Jumat (9/10).

Semua personel di sekolah termasuk guru dan semua karyawan, lanjut Rudy, lebih dulu harus dilskukan rapid test sebelum dilakukan pembelajaran. Sterilisasi semua alat belajar mengajar diperlukan juga dengan penyemprotan desinfektan.

Kepala Dinas Pendidikan Ety Retnowati, menambahkan, semua mekanisme yang akan ditempuh mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid untuk anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM.

“Penyiapan sekolah dari semua segi kita lakukan. Antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian, pengaturan kelas belajar, pengaturan jam belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup, panduan dan penyiapan CTPS di sekolah, thermo gun, penyemprotan desinfectan di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah ( APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi ), bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat,” urainya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan kebutuhan untuk cairan hand sanitizer dan desinfektan untuk mendukung simulasi dan pelaksanaan PTM tersebut. [eko]

Next Post

Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Kampus, Rektor Unisba Surati Kapolda Jabar

Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) membuat pengaduan atas tindakan oknum aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata ke dalam kampus. Pengaduan dibuat secara tertulis dan ditujukan kepada Kapolda Jawa Barat. Rektor Unisba, Edi Setiadi mengizinkan Liputan6.com untuk mengutip isi surat tersebut. Dalam surat bernomor 595/K.08/REK-K/X/2020 dijelaskan, rombongan mahasiswa dari berbagai […]