Pemilik Resto yang dihadiri Rizky Billar Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran Prokes

Irene

Polisi mempelajari dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada saat pembukaan perdana restoran di kawasan Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat. Acara yang dihadiri selebgram Rizky Billar menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Pemilik restoran, Christopher Sebastian Iskandar (40) diperiksa sebagai saksi pada Senin (8/3) kemarin.

“Iya benar diperiksa, yang bersangkutan menjalani pemeriksaan sampai pukul 18.30-an,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP M Melta Mubarak saat dihubungi awak media, pada, Selasa (9/3).

Terpisah, Christopher Sebastian Iskandar mengaku diperiksa sebagai saksi atas kerumunan yang terjadi pada saat pembukaan restoran kemarin. “Kita diperiksa aja perihal yang kemarin terkait apa yang terjadi pada saat pembukaan kemarin. Kita jelaskan apa adanya sesuai terjadi di resto kemarin,” ujar dia.

Menurut Christopher, antusiasme pengunjung di luar dari perkiraan. Christopher tak menyangka pembukaan restoran miliknya sampai menimbulkan kerumunan.

“Betul memang tidak disangka. Padahal tidak ada undangan dan saat itu tidak ada acara. Kita hanya peresmian pembukaan biasa bahwa resto Raja Sei sudah dibuka secara resmi di tanjung Duren,” ujar dia, Senin (8/3) malam.

Cristopher mengklaim, pembukaan restoran tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Pihaknya telah menyediakan hand sanitizer, dan menganjurkan staf serta pengunjung menggunakan masker. Bahkan pihaknya tidak menyediakan layanan makan di tempat pada saat pembukaan berlangsung,

“Kita tutup total lalu kita juga sudah ada pengukuran suhu pada saat ada yang masuk untuk mengambil take away lalu semua. Kita juga sudah mengimbau untuk saling menjaga jarak,” ucap dia.

Sebelumnya, Satpol PP DKI Jakarta membubarkan acara pembukaan pertama restoran yang diketahui milik aktor dan selebgram Rizky Billar di kawasan Tanjung Duren, Grogol, Jakarta Barat.

Kasatpol PP Jakarta Barat Tamo Sijabat menyampaikan, langkah tersebut diambil lantaran terjadi kerumunan dalam acara tersebut.

“Suasana di sekitar resto macet lantaran banyaknya fans yang berkerumun untuk bertemu Rizky Billar,” tutur Tamo saat dikonfirmasi, Minggu (7/3).

Menurut Tamo, acara pembukaan itu digelar mulai pukul 12.00 WIB. Petugas yang menerima kabar terjadinya kerumunan langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 13.30 WIB.

“Ini terkait prioritas pengawasan pelanggaran pembatasan kapasitas, jam operasional, dan tidak menjaga jarak antar konsumen,” jelas dia.

Penertiban pun berlangsung dengan kondusif. Satpol PP DKI dibantu oleh sejumlah petugas kepolisian demi terjaganya keamanan dan ketertiban dalam pembubaran pembukaan restoran milik Rizky Billar tersebut.

“Sanksinya pembubaran dan penutupan total pada hari Minggu 7 Maret 2021,” Tamo menandaskan.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]

Next Post

Pemerintah Target Akhir Tahun Ini 182 Juta Masyarakat Sudah Vaksinasi Covid

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan 182 juta masyarakat di Indonesia sudah divaksinasi Covid-19 pada akhir tahun 2021. 182 Juta penduduk tersebut berusia di atas 18 tahun. “Targetnya adalah akhir tahun ini semuanya bisa divaksinasi,” katanya dalam Rakornas Penanggulangan Bencana di Gedung BNPB, Selasa (9/3). Ketua Komite Penanganan Covid-19 […]