Breaking News in Indonesia

Pembangunan Tugu Sepeda Habiskan Rp 800 Juta, Wagub DKI Sebut Seniman harus Dihargai

Tugu sepeda yang dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di depan Indofood Tower, Thamrin, menuai pro dan kontra. Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria mengatakan pembangunan ini tidak membebani APBD DKI, sebab dana tersebut berasal dari pihak ketiga.

Dana ketiga yang dimaksud merupakan dana dari pihak swasta. Namun belum disebutkan bentuk dana tersebut merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) atau nilai dari Koefisien Luas Bangunan (KLB).

Pembangunan tugu sepeda diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 800 juta. Nilai itu menurut Riza sudah berdasarkan hasil konsultasi sekaligus menghargai seniman seni rupa.

“Kenapa biaya Rp 800 juta tentu yang namanya kita harus menghargai dari pada para seniman seni rupa kita yang membuat dan para konsultan tentu nanti akan jadi baik, cantik, menarik dan menjadi ikon di Jakarta bagi tempat selfi bagi teman-teman milenial,” ujar Riza di Balai Kota, Jumat (9/4).

Politikus Partao Gerindra itu juga menyampaikan penggunaan dana dari pihak ketiga untuk pembangunan tugu sepeda tidak mengesampingkan kepentingan sektor lain, misalnya pendidikan.

Riza bertutur bahwa sektor-sektor di setiap SKPD telah memiliki alokasi tersendiri. Sehingga menurutnya, pembangunan tugu merupakan hal wajar sebagai momentum peralihan transportasi ramah lingkungan.

“Tentu alokasinya sangat proporsional, kita memperhatikan sumber pendanaan dari mana, dari pihak ketiga bukan dari APBD,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pembangunan jalur sepeda permanen di Senayan-Thamrin, Jakarta Pusat, ditargetkan selesai pada Maret. Anggaran untuk jalur sepeda berkisar Rp 30 miliar. Dalam anggaran ini termasuk dana untuk membangun tugu sepeda.

“Saat ini sudah dalam proses konstruksi dan kita harapkan selesai bulan Maret, anggarannya sekitar Rp 30 miliar,” ucap Syafrin di Balai Kota, Rabu (24/2).

Dia menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan jalur sepanjang 11,2 km itu tidak menggunakan APBD DKI. “Dari kompensasi pihak ketiga,” kata Syafrin.

Syafrin menegaskan, kendaraan bermotor roda dua dilarang melintas di jalur sepeda. Sebab, menurutnya pembangunan jalur tersebut tetap menyediakan jalur bagi kendaraan bermotor.

Ia pun mengimbau agar para pengendara motor tidak melintas di jalur khusus tersebut. “Pada prinsipnya Jakarta menyediakan ruang lalu lintas untuk berbagi,” tandasnya.

Selain membangun jalur permanen, Dishub juga membangun prasasti sepeda di depan gedung Indofood Tower, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Hal ini bertujuan sebagai momentum sepeda merupakan alat transportasi masif.

“Tujuan pembuatan prasasti, sebagai pengingat, momentum penggunaan sepeda sebagai alat transportasi yang masif digunakan oleh masyarakat pada masa pandemi Covid-19,” kata Syafrin

Direncanakan, pengembangan jalur sepeda pada 2019 sampai 2030 sepanjang 578,8 km. Saat ini, jalur sepeda yang telah tersedia pada 2019 sepanjang 63 km. [cob]