Panggilan Hidup Badut Syiar

Irene

Panggilan Hidup Badut Syiar

Setiap hendak ke luar rumah, Yahya (38) selalu berdiri di depan kaca. Memastikan penampilannya menyenangkan dan tidak mengecewakan.

©2020 /Arie Basuki

Hidung merah besar dengan peci putih di kepalanya. Wajahnya dirias warna merah dan putih. Sepatu dengan ujung besar melengkapi pakaiannya yang berwarna cerah.

©2020 /Arie Basuki

Anak bungsunya tak ketinggalan. Usianya masih 4,5 tahun. Wajahnya polos, berbalut warna putih. Juga peci berwarna senada. Hasil tangan cekatan sang ayah.

©2020 /Arie Basuki

Koper hitam besar disiapkan. Isinya peralatan yang dibutuhkan. Mereka kini siap meniti jalanan. Menebar keceriaan, menabur kebaikan.

©2020 /Arie Basuki

Sosoknya tak asing di lingkungan rumahnya, kawasan Sudimara Pinang, Tangerang, Banten. Senyum, tegur sapa dan lambaian tangan selalu menyertai langkah kakinya. Bersama sang anak yang setia mendampinginya. Sang badut berjalan dalam ceria.

©2020 /Arie Basuki

Yahya bukan badut biasa. Sepuluh tahun melakoni jalan hidup sebagai seorang badut syiar. Bukan sekadar sang penghibur. Tapi juga pendidik dan pendakwah. Mengajarkan ajaran agama serta benih kebaikan di dalamnya. Kepada anak-anak penghuni Panti Asuhan Darussalam An'nur.

©2020 /Arie Basuki

Sang badut syiar mengajar 45 anak yatim piatu dengan cara menyenangkan. Tanpa mengharap imbalan. Terpenting adalah pengabdian. Bekalnya, nilai kemanusiaan.

©2020 /Arie Basuki

Dia mengajari iqro, tajwid, tauhid, fiqih, dan ilmu agama yang dibutuhkan. Berbalut hiburan, mengundang gelak tawa dan keceriaan. Itu sudah sangat bernilai bagi hidupnya.

©2020 /Arie Basuki

Jalan hidupnya sebagai seorang badut syiar berawal dari seorang ustaz. Dia memberikan jalan tengah ketika Yahya bimbang memilih tetap mengajar pengajian atau menjadi seorang badut.

©2020 /Arie Basuki

“Ustaz senior memberikan solusi dengan perumpamaan kisah Abunawas yang kerap melucu tapi tetap berdakwah, menjadi seorang Badut Syiar,” kenang Yahya.

©2020 /Arie Basuki

Kisah Abunawas menjadi jawaban kegelisahan. Yahya memutuskan berdakwah dengan cara menyenangkan. Menyampaikan pelajaran tentang moral, adab dan ahlak. Membina generasi yang saleh dan berbudi pekerti. yahya menabung pahala. Bekal di kehidupan selanjutnya. [noe]

Next Post

Wali Kota Pariaman Raih Penghargaan Innovative Government Award 2020

Kota Pariaman menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2020 sebagai 'Kota Sangat Inovatif' dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wali Kota Pariaman, Genius Umar merespons positif penghargaan ini karena kotanya bisa memberikan pelayanan publik yang inovatif dan reaktif. “Hari ini Pariaman mendapatkan penghargaan yang sangat inovatif Government Award, jadi merupakan […]