Breaking News in Indonesia

Pabrik Kasur Karpet di Garut Terbakar, Warga Dengar Suara Ledakan

Pabrik surpet (kasur karpet) yang berada di Desa Kersamenak, Kecamatan Tarogong Kidul terbakar, Senin (29/3). Kebakaran yang diduga akibat korsleting itu menyebabkan pemilik pabrik mengalami kerugian hingga Rp 3,5 miliar.

R Rodian (29) salah seorang saksi mata mengatakan bahwa asap mulai terlihat dari pabrik surpet itu sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelumnya, ia juga mengaku sempat mendengar suara ledakan cukup kencang, lalu kepulan asap tebal yang keluar dari atap pabrik.

“Warga langsung berdatangan ke pabrik dan melihat kondisinya, ternyata api sudah menyala cukup besar. Warga langsung melakukan upaya pemadaman secara manual sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran melalui aparat dari TNI,” kata Rodian kepada wartawan.

Pemadam kebakaran akhirnya datang ke lokasi kebakaran beberapa saat setelah menerima laporan. Setidaknya, ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang melakukan pemadaman bersama warga dan aparat setempat.

Rodian mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut sempat membuat panik warga sekitar, karena lokasi pabrik surpet tersebut berdekatan dengan rumah warga juga pabrik plastik.

“Di belakang pabrik memang ada pabrik plastik. Alhamdulillah tidak kebakar. Kalau kebakar, wah bisa makin besar apinya dan habis terbakar,” ucapnya.

Menurut Rodian, setidaknya hampir seluruh bahan surpet yang ada di dalam pabrik berikut mesin-mesinnya dipastikan hangus terbakar. Api akhirnya bisa dipadamkan setelah petugas bersama warga melakukan upaya pemadaman lebih dari dua jam.

Dia menyebut bahwa pabrik surpet itu awalnya adalah pabrik dodol, namun oleh pemiliknya diubah menjadi pabrik surpet. Sepengetahuannya, pabrik surpet itu baru dijual dan beberapa hari kemarin melakukan transaksi jual beli kepada pemiliknya yang baru.

Sementara itu, Panit Reskrim Polsek Tarogong Kidul, Ipda Wahyono Aji mengatakan bahwa pabrik surpet itu diketahui milik Deding, sedangkan bangunannya milik orang lain. Dia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

“Hasil keterangan awal, kebakaran ini dipicu korsleting di panel listrik yang kemudian memercik ke bahan pembuatan surpet. Bahannya memang mudah terbakar. Akibat kebakaran inu, kerugian mencapai Rp 3,5 miliar karena bahan jadi dan belum jadi ditambah mesin pembuatnya hangus terbakar,” kata Aji. [cob]