Orderan Sepi karena Corona, Bahrul Ubah Bengkel Airbrush Jadi Kandang Ayam

Irene

Orderan Sepi karena Corona, Bahrul Ubah Bengkel Airbrush Jadi Kandang Ayam

Mengenakan kemeja merah bergambar nuansa pantai dengan topi hitam terselip kacamata, Bahrul Ulum (70) memulai aktivitas hari itu dengan membersihkan gudang menggunakan sapu lidi.

Semenjak pandemi Covid-19, gudang tidak begitu besar yang dulunya merupakan bengkel airbrush dan pernak-pernik kerajinan styrofoam untuk Hari Raya Natal dan Tahun Baru, kini dia ubah menjadi kandang ayam.

“Sudah 9 bulan saya tidak dapat orderan sejak adanya virus corona ini,” kata Bahrul saat ditemui di tempat kerjanya, Jalan Raya, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (17/12).

Pria kelahiran Madura Sampang, Jawa Timur ini, sudah 25 tahun membuka usaha yang diberi nama “Warna-warna Airbrush”, bergerak di bidang airbrush dan pernak-pernik kerajinan styrofoam untuk Hari Raya Natal, Tahun Baru serta hari besar lainnya seperti Idul Fitri.

Ia mengatakan, bila hari normal dan datangnya Hari Raya Natal dan Tahun Baru, omzet kerajinan pernak-perniknya bisa mencapai sekitar Rp 50 juta. Namun sejak pandemi Covid-19 sudah tidak ada orderan hingga saat ini.

Hal itu karena banyak pelanggannya dari hotel, restoran dan toko-toko tutup. “Tidak ada sama sekali. Hotel, toko-toko dan restoran yang biasa langganan tutup,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, bila Hari Raya Natal dan Tahun Baru, biasanya hotel, restoran dan toko-toko minimarket tidak terhitung memesan kerajinan pernak-perniknya. Mulai dari dekorasi sinterklas, pohon-pohon Natal dan lonceng yang terbuat dari styrofoam.

“Kalau hari normal seperti ini Rp 50 juta sudah di kantong, itu untuk Natal dan Tahun Baru. Tidak terhitung kalau orderan dan harganya sekitar Rp 1 juta hingg Rp 5 juta pernak-pernik itu,” ujarnya.

Ia pun bergurau, kalau dulu ketika mendekati hari Raya Natal dan Tahun Baru, setiap telepon berdering pasti ada orderan pernak-pernik. “Sekarang, kalau telepon saya bunyi ada yang nawarin (promo) pizza,” katanya sambil tertawa.

Namun, di usianya yang tidak mudah lagi ia harus banting setir demi menafkahi keluarga kecilnya. Segala macam usaha seperti berternak ayam dan bebek dilakoni. Kemudian ia juga berencana membuka warung seafood di tempat itu tetapi belum ada modal.

“Cucu ada dua, anak satu dan istri. Semuanya tidak ada yang bekerja cuman saya sendiri. Warung saya belum buka, rencana mau ngutang (untuk modal),” tuturnya.

Ia juga bercerita, saat pandemi Covid-19 melanda dan orderan pun tak ada, untuk bertahan hidup dia dibantu teman-temannya.

“Tahun ini berat sekali. Saya sama sekali sembako saja tidak dapat bertahan hidup dibantu teman, iya utang kanan-kiri,” lirihnya.

Bahrul berharap pandemi Covid-19 cepat usai dan keadaan kembali normal dan perekonomian kembali pulih. “Saya berharap cepat dibuka (penerbangan wisatawan mancanegara) dan cepat pulih, tidak usah lama-lama dan kasihan rakyat bukan saya saja, jutaan orang pengangguran sekarang,” ujar Bahrul. [cob]

Next Post

KPK Sita Dokumen Terkait Kasus Suap Izin RS Usai Periksa Sekda Kota Cimahi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita dokumen dari dua saksi yang diperiksa dalam penyidikan kasus suap terkait perizinan Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Kota Cimahi, Jawa Barat. Dua saksi itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan dan Kepala Seksi Perizinan Bangunan DPMPTSP Kota Cimahi Aam Rustam yang diperiksa […]