Moeldoko Minta Tak Ada Kerumunan saat Libur Natal dan Tahun Baru

Irene

Moeldoko Minta Tak Ada Kerumunan saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko meminta semua pihak mewaspadai kemacetan lalu lintas selama libur Natal 2020 dan tahun baru 2020. Dia juga meminta masyarakat tidak membuat kerumunan selama masa libur tersebut.

“Tidak boleh ada penumpukan orang dan kendaraan. Jangan ada kerumunan dan kemacetan lalu lintas,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (24/12).

Moeldoko memerintahkan lembaga terkait menyiapkan berbagai skenario dan mitigasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas.

“Misalnya dengan rekayasa lalu lintas serta sistem buka-tutup jalan dan rest area,” sambungnya.

Eks Panglima TNI ini mengingatkan, sepanjang libur Natal 2020 dan tahun baru 2020 lembaga terkait dan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan. Sebagaimana yang sudah diatur dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Nataru dalam Masa Pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid 19, Doni Monardo mengajak umat Kristiani merayakan Natal 2020 di rumah saja. Ajakan serupa disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang merayakan tahun baru 2020.

“Saya mengajak kita semua untuk menikmati liburan kali ini dengan aman dan nyaman dan lebih baik di rumah saja,” katanya, Rabu (23/12).

Doni mengingatkan menikmati liburan di luar rumah bisa menimbulkan kerumunan. Sementara kerumunan berisiko tinggi menularkan Covid-19. Dia menegaskan, saat ini, pandemi Covid-19 masih berlangsung di Indonesia.

“Ancaman Covid-19 masih berlangsung,” sambungnya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini mengatakan bila umat Kristiani dan rakyat Indonesia menikmati Natal dan tahun baru di luar rumah maka protokol kesehatan harus diterapkan secara disiplin. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, menghindari berkerumun dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Doni juga mengingatkan dalam dua hingga tiga pekan ke depan, cuaca ekstrem akan terjadi. Seperti yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena itu, seluruh masyarakat harus mewaspadai ancaman bencana akibat cuaca ekstrem.

“Kita juga harus mengikuti peringatan dari BMKG yaitu cuaca ekstrem sampai dengan awal tahun 2021,” ucapnya. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak
Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Next Post

Kursi Menag Yaqut, Sekali Dayung PKB-NU Dijangkau Jokowi

Jakarta, Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Yaqut Cholil Qoumas sebagai menteri agama (Menag). Yaqut menggantikan posisi Fachrul Razi yang terdepak dari Kabinet Indonesia Meja. Nama Yaqut berada di luar prediksi. Sebelum ada pengumuman dari Jokowi, nama kakaknya Katib Aam PBNU Yahya Cholil […]