Breaking News in Indonesia

Menko Luhut Beberkan Alasan Swiss Garap Pembangunan Toilet di Danau Toba

Menko Luhut Beberkan Alasan Swiss Garap Pembangunan Toilet di Danau Toba

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara mengenai penunjukan perusahaan asal Swiss untuk membangun 25 toilet di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara. Menurutnya, pemerintah tidak mengkhususkan proyek tersebut hanya boleh digarap perusahaan asing.

“Sebenarnya ada beberapa, buat kita sebetulnya yang mana saja. Saya bikin sebenarnya Mister Loo, itu satu dari pilihan. Apakah itu akan jadi kita nggak tahu. Itu kemarin teman saya bilang boleh nggak kami masih boleh masuk aja. Nggak ada masalah,” ujar Luhut, Jakarta, Kamis (25/2).

Luhut mengatakan, pihaknya membuka pintu bagi siapapun pelaku usaha yang mampu membangun proyek di dalam negeri. Namun, tentunya hasil pembangunan proyek harus memiliki standar yang sesuai dengan target pemerintah. Hal ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Tapi yang jadi masalah adalah ketika orang merasa pangkatnya tinggi nggak perlu ngurus WC. Padahal kalau nggak ada WC coba lah kayak kita datang ke Danau Toba ya kan pusing. Jadi orang nggak mau datang dua kali nanti ke situ,” kata Luhut.

Dia melanjutkan, hingga kini program CSR pembangunan dan pemeliharaan sarana sanitasi di Danau Toba terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan, pembangunan WC di tempat wisata lainnya juga akan dilakukan.

“Jadi sekarang ada CSR Pertamina ada 25 WC disana. Nanti di Borobudur, di mana saja tempat wisata itu harus ada WC nya. Kita mau kontrakin siapa aja, kalau ada perusahaan Indonesia boleh saja. Kita welcome. Saya juga kaget, dia (Swiss) mau investasi di WC,” tandasnya. [idr]