Mengaku Polisi, UB Gelar Razia Masker dan Rampas Puluhan Handphone

Irene

Mengaku Polisi, UB Gelar Razia Masker dan Rampas Puluhan Handphone

UB (31) warga Kota Malang mengaku sebagai anggota polisi dan merazia masyarakat yang tidak mengenakan masker di jalanan. Pelaku menyetop warga tidak bermasker sebelum kemudian merampas handphone korbannya.

Pelaku menyetop korban yang rata-rata perempuan atau anak-anak yang tidak bermasker saat berkendara di jalanan. Korban sebanyak 39 orang dengan modus sama di lokasi yang berbeda.

Salah satu kejadian, korban dihentikan saat berkendara sepeda motor tanpa mengenakan masker di Sumber Pucung, Kabupaten Malang. Pelaku layaknya petugas kepolisian menegur korbannya yang bersama dua orang temannya.

Pelaku meminta denda sebesar Rp 250 ribu karena pelanggaran tidak bermasker. Para korban masing-masing diminta menghubungi para orang tuannya, sambil menakut-nakuti kalau komandannya sedang menuju ke lokasi.

Saat korban mengeluarkan handphone, pelaku merampasnya dari ketiga perempuan tersebut dan mereka diajak bertemu sang komandan. Saat itu, pelaku berdalih kalau komandannya gagal ke lokasi sehingga mereka harus menemui di sebuah tempat.

Para korban dengan sepeda motornya diminta mengikuti pelaku dari belakang. Tetapi kemudian pelaku melaju kencang dengan masuk di sebuah gang yang tidak terkejar oleh para korbannya.

“Alasannya akan dipertemukan dengan komandannya, tetapi pelaku kabur membawa HP milik para korbannya ini,” tegas AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang, Kamis (31/12).

Saat melakukan aksi, pelaku juga kerap mengaku sebagai Satuan Polisi Pamong Praja dan Petugas Keamanan. Pelaku selalu beraksi sendirian dengan pakaian preman merazia pemakai masker di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

“Polisi berhasil merampas 94 handphone hasil kejahatan pelaku,” tegasnya.

UB yang residivis kasus pemerasan ditangkap bersama 12 handphone sebagai barang bukti. Sebagian handphone sudah dijual ke sebuah toko handphone di Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Akibat perbuatannya, UB dijerat Pasal 368 tentang Pemerasan disertai ancaman dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. [fik]

Next Post

FOTO: Liverpool Frustrasi Gagal Menjauh dari Man United