Jakarta () – Meski masyarakat telah terbiasa dengan layanan pesan antar untuk mengisi perut, makan di restoran adalah pengalaman yang tidak tergantikan. Suara desisan nasi di hot plate yang mengepul tidak bisa diduplikasi ketika dibungkus dan diantarkan ke rumah konsumen.

President Director Boga Group Kusnadi Rahardja berpendapat, meski layanan daring banyak membantu di tengah situasi pandemi, layanan luring tak boleh ditelantarkan.

“Sampai hari ini di samping online, kami masih memperkuat footprint kami dalam bisnis offline. Kami percaya dining itu tidak hanya untuk mengisi perut, tapi juga untuk experience," katanya dalam webinar, Kamis.

"Kami tahu bahwa pelanggan yang sama yang membeli online untuk lunch, mungkin akan jadi pelanggan yang sama untuk dine in nanti di weekend."

Dia menyadari bahwa pengalaman yang didapatkan oleh konsumen ketika makan langsung di restoran sulit dirasakan ketika makanan itu harus diantar, sehingga mungkin saja makanan yang tadinya panas sudah mendingin dan mengurangi kenikmatan.

Pihaknya kini mengembangkan OMNI Channel lewat aplikasi yang bisa melayani pesanan konsumen di berbagai tempat.

"Sampai hari ini kami masih berusaha meningkatkan user experience-nya, bagaimana kita meningkatkan engagement, PR kita masih banyak,”, tambah Kusnadi.

Baca juga: Ini tips Arie Untung untuk usaha kuliner

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan diperkirakan ada 20 persen konsumen yang tidak akan kembali ke pusat perbelanjaan karena sudah terbiasa dengan layanan pesan antar.

Dia menegaskan pusat perbelanjaan harus menarik konsumen dengan mencari fungsi lain dari pusat perbelanjaan yang bisa menjadi daya tarik. Bisa dengan membuat desain mal yang layak Instagram, menyediakan fasilitas yang menyasar segmen tertentu yang sedang digandrungi, atau menghadirkan restoran dan toko yang tidak ada di tempat lain.

"Peluang masih ada, saya yakin mulai tahun depan pariwisata dan belanja akan diserbu masyarakat begitu ada pelonggaran dan vaksinasi berjalan dengan baik," ujar Alphonzus.

Baca juga: Visual jadi faktor penting bagi pengusaha kuliner berjualan daring

Baca juga: GoFood dorong kemajuan usaha kuliner lewat edukasi-jejaring KOMPAG

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2021