Luhut Diminta Ungkap Identitas Pejabat Pertamina yang Dicopot Jokowi

Irene

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PPP Achmad Baidowi mendesak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan untuk membuka identitas pejabat PT Pertamina (Persero) yang dipecat langsung oleh Presiden Jokowi terkait dengan skandal pipa impor beberapa waktu lalu.

Menurutnya, langkah transparansi ini penting untuk menjawab rasa penasaran publik akan misteri identitas pejabat yang dicopot presiden itu.

“Sampai sekarang nama pejabatnya tinggi Pertamina itu belum diketahui, sebaiknya diungkap saja namanya, agar terang-benderang,” keras pria yang akrab disapa Awiek, Rabu (10/3).

Awiek mengungkapkan, dirinya mendukung penuh aksi pemecatan terhadap pejabat yang dianggap tidak benar kinerjanya ini. Mengingat langkah tegas ini diharapkan bisa membawa pengaruh baik untuk corporate action bagi Pertamina dan pembelajaran bersama bagi perusahaan BUMN lainnya.

“Agar (pejabat negara) berpikir ulang untuk mengambil keputusan-keputusan strategis yang bisa merugikan kepentingan nasional. Apalagi di dunia migas itu high risk high capital,” kerasnya.

Apalagi, saat ini banyak produsen dalam negeri yang yang menghasilkan pipa berkualitas ekspor tinggi. Di antaranya PT Krakatau Steel (Persero) melalui anak usaha PT KHI Pipe Industries yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja berhasil melakukan ekspor produk pipa baja ke Australia.

“Di mana pengiriman perdana telah dilaksanakan dari fasilitas produk PT KHI. Untuk tahap pertama dikirim sebanyak 1.880 ton ini dari total pengiriman sebanyak 4.370 ton,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh sikap tegas presiden Jokowi tersebut. “Karena kita tahu Pak Jokowi kesal karena pipa kita banyak tapi masih impor, sementara pipa kita masih ada yang bisa di ekspor,” bebernya.

Lebih lanjut, dirinya juga mendorong BUMN selalu dan menggaungkan untuk menggunakan produk-produk dalam negeri. “Selalu menggunakan produk dalam negeri bukti cinta dan bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan geram kepada salah satu pejabat di Pertamina. Alasannya, pejabat Pertamina tersebut masih melakukan impor pipa yang sebenarnya bisa diproduksi di Indonesia.

“Pertamina itu ngawurnya minta ampun. Masih impor pipa padahal bisa dibuat di Indonesia. Bagaimana itu,” kata Luhut dalam Rakornas BPPT di Jakarta, Selasa (9/3).

Menurutnya, tindakan yang dilakukan Pertamina itu menunjukkan kurangnya idealisme kecintaan kepada bangsa. Sebab lebih memilih produk asing ketimbang menggunakan produk dalam negeri. “Nah kecintaan kita, kepada idealisme itu kita menurut saya kurang,” kata dia.

Padahal, seharusnya generasi muda lebih mencintai bangsanya sendiri. Sebaliknya dia merasa sedih melihat ada pejabat yang malah melacurkan diri hanya demi memperkaya diri. “Jadi saya sedih kadang-kadang melihat anak muda itu, maaf istilah saya melacurkan profesionalismenya hanya sekedar gini (uang) saja,” ungkap Luhut. [azz]

Next Post

Jokowi: Pandemi Covid-19 Mengajarkan untuk Mendobrak Cara Lama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pandemi Covid-19 saat ini mengajarkan seluruh masyarakat untuk berubah. Tidak terkecuali institusi yang harus melakukan cara baru untuk menuju Indonesia lebih maju. “Pandemi covid mengajarkan kita untuk mendobrak cara-cara lama, yang dulu dianggap tabu sekarang justru cara hidup baru, digitalisasi yang dulu sulit diperkenalkan, sekarang […]