Jakarta () –

Khusus untuk merayakan perilisan “The King’s Man”, 20th Century Studios Indonesia mempersembahkan kolaborasi bersama rumah mode ternama Wong Hang Tailor untuk membawa kisah Kingsman lebih dekat dengan para penggemar di Indonesia.

Wong Hang Tailor merancang lima setelan jas yang terinspirasi dari nilai elegan Kingsman yang populer. Lima rancangan ini dibuat spesial untuk para muse yang terdiri dari dua aktor kebanggaan Indonesia Chicco Jerikho dan Arifin Putra, aktris dan penyanyi berbakat Sheila Dara Aisha, dan penyanyi ternama Vidi Aldiano.

Komedian berbakat Babe Cabita juga turut berpartisipasi dalam kolaborasi ini, di mana ia akan memperlihatkan sisi lain dirinya yang lebih terkenal dengan gaya kasual.

 

“Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan 20th Century Studios Indonesia untuk perilisan ‘The King’s Man’. ‘Kingsman’ merupakan salah satu inspirasi mode Wong Hang Tailor. Kami sangat kagum dengan detail setelan jas yang dihadirkan dalam setiap film ‘Kingsman’. Seluruh detail yang dihadirkan sangat sejalan dengan nilai craftsmanship Wong hang Tailor. Kolaborasi ini merupakan mimpi yang sungguh menjadi nyata bagi kami,” ucap Samuel Wongso, salah satu desainer Wong Hang Tailor, dalam keterangan resmi.

Lianto Wongso dari Wong Hang Tailor juga menambahkan, “Kami juga sangat senang bisa berkolaborasi dengan lima talenta berbakat Indonesia sebagai muse dari karya spesial ini. Kami harap masing-masing setelan jas ini dapat memperkuat sisi elegan dari masing-masing selebritis, sama seperti para agen ‘Kingsman’ yang selalu tampak elegan dengan ragam setelan jas yang mereka kenakan.”

 

Para penggemar nantinya bisa melihat hasil kolaborasi ini di media sosial 20th Century Studios Indonesia, media sosial Wong Hang Tailor, serta media sosial para muse. "The King's Man" akan hadir di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Desember 2021 dengan mematuhi seluruh protokol kesehatan yang berlaku.

 

"The King’s Man”, prekuel dari dua film "Kingsman: The Secret Service” dan “Kingsman: The Golden Circle” akan mengungkap asal usul badan intelijen independen pertama melalui petualangan yang menampilkan para tiran dan dalang kriminal, dalam merencanakan serangkaian peristiwa bersejarah untuk memicu perang yang akan memusnahkan jutaan orang. Satu orang harus berpacu dengan waktu untuk menghentikan mereka.

 

Film ini disutradarai oleh Matthew Vaughn dan dibintangi oleh Ralph Fiennes, Gemma Arterton, Rhys Ifans, Matthew Goode, Tom Hollander, Harris Dickinson, Daniel Brühl, dengan Djimon Hounsou, dan Charles Dance.

 

Berbeda dengan film-film Kingsman sebelumnya, “The King’s Man” akan membawa penonton ke satu abad sebelumnya, dalam rangkaian peristiwa bersejarah di era Perang Dunia I, dan menjelajahi asal mula agensi Kingsman; bagaimana dan mengapa agensi tersebut dibentuk. “The King’s Man” menceritakan tentang Orlando Oxford (Ralph Fiennes), seorang bangsawan Inggris yang berusaha menjaga putranya, Conrad Oxford (Harris Dickinson), dari dampak negatif peperangan dan sisi gelap dunia.

Ia menyadari bahwa keburukan dan kegilaan yang terjadi di dunia dipicu oleh beberapa pihak jahat dibelakang layar. Oxford pun tidak bekerja sendiri, ia dibantu oleh pengawalnya dan orang kepercayaannya, Shola (Djimon Hounsou), dan juga seorang pengurus rumah tangga, Polly (Gemma Arterton) yang pandai.

 

“The King’s Man” menampilkan cerita sejarah dengan cara unik khas Kingsman, namun tetap menunjukkan dampak dan kehancuran dari peperangan. Film ini juga menonjolkan detail-detail penting yang menceritakan keterlibatan Kingsman dalam peristiwa-peristiwa tersebut.

 

Sutradara Matthew Vaughn memiliki harapan besar terhadap “The King’s Man” dalam menceritakan bagaimana spionase berubah dari masa ke masa. “The King’s Man” adalah petualangan epik yang akan membawa penonton dalam perjalanan yang tidak terduga dan penuh dengan emosi. Kami harap para penggemar dapat lebih mengenal dan menyukai ‘Kingsman’ melalui film ini,” ucapnya.

Sama seperti film-film Kingsman terdahulu, “The King’s Man” juga memperlihatkan Toko Penjahit Kingsman yang juga berfungsi sebagai markas dan gudang senjata organisasi di London. Unsur fashion, secara spesifik setelan jas yang elegan, merupakan hal integral di film Kingsman sebelumnya, tak terkecuali dalam “The King’s Man”.

 

 

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © 2021