Breaking News in Indonesia

Lebih dari Sekadar Pemanis, Ini 5 Fakta Keren Ekor Kucing

Tidak ada yang lebih menyenangkan dari berjalan ke rumah di penghujung hari yang panjang dan disambut oleh kucing dengan ekor yang terangkat tinggi. Seakan mengungkapkan kerinduan pada pemiliknya, ternyata ekor anabulmu bukan hanya membantumu memahami perasaannya, tapi ada beberapa fakta lainnya yang tak kalah keren.

Kucing Mengendalikan Ekornya

©shutterstock

Kucing memiliki kendali atas ekornya. Selain mengkomunikasikan suasana hatinya, beberapa gerakannya tidak disengaja sama seperti manusia yang secara otomatis mengedipkan mata tanpa memikirkannya. Biasanya, kamu akan melihat ekor anabul akan bergerak-gerak saat tidur dan bermimpi.

Kucing Merasakan Ekornya

©shutterstock

Bagi kucing, ekor seperti perpanjangan tulang belakang dengan banyak ujung saraf. Tingkat sensitivitasnya bervariasi di setiap anabul. Ada yang benci ekornya dipegang atau disisir, tapi ada juga hewan peliharaan yang menyukai saat pemiliknya menyisir bulu di bagian ekornya.

Alasan Kucing Menggunakan Ekornya

©shutterstock

Salah satu fungsi ekor yang terpenting adalah menjaga keseimbangannya dan berperan besar pada kemampuannya untuk bergerak dengan gesit. Jika anabul terlahir secara alami tanpa ekor atau kehilangan ekornya karena mengalami cedera, mereka pada akhirnya akan menyesuaikan diri.

Walau mungkin larinya tidak sekencang saat memiliki ekor, tapi tetap bisa hidup dengan baik. selain itu, ekornya juga digunakan untuk mengekspresikan emosi dan menunjukkan perasaannya pada pemilik dan siapa saja di sekitarnya.

Alasan Kucing Memukulkan Ekor Saat Berbaring

©shutterstock

Seekor kucing membenturkan ekornya jika kurang menyukai dengan apa yang terjadi di sekitarnya. hal ini sering terjadi saat pemilik anabul sedang menyisir bulunya dan mulai mendengar ekornya menghantam tanah. Bisa jadi cara ini merupakan tanda peringatan kalau kamu sudah melewati batasnya, sebelum melancarkan aksi cakar dan gigitnya.

Tidak Semua Kucing Tak Berekor Punya Gen yang Sama

Ada beberapa ras kucing yang terlahir tanpa ekor karena mutasi genetik. Ada yang bersifat dominan, misalnya pada jenis Manx yang didapat dari satu induk tak berekor dan satu induk berekor.

Gen yang dihasilkan menyebabkan kondisi yang disebut sindrom Manx yang membuat tulang belakangnya menyatu. Sebaliknya, gen yang menyebabkan ekor pendek dan keriting pada Japanese Bobtail bersifat resesif sehingga memerlukan dua salinan gen dan tidak memiliki risiko kesehatan seperti gen Manx.

Bukan hanya bikin penampilannya makin menggemaskan, ekor kucing juga punya peran penting dalam menjaga keseimbangan dan menjadi caranya berkomunikasi dengan sekitarnya. Termasuk saat sedang sakit dengan ekor yang tampak turun atau berkedut seakan tidak punya energi untuk menahannya tetap tegak.

©Muezza

Berikan asupan makanan yang tepat untuk membantu menjaga kesehatan kucing dengan menyediakan Muezza. Dibuat dari bahan alami tanpa bahan tambahan sintetik, brand makanan kucing kering ini bukan hanya sehat tapi juga terjamin halal dan sudah mendapatkan sertifikasi dari The Central Islamic Committee of Thailand.

Kini tak perlu was-was memegang dry food, juga saat terkena air liur kucing, menyimpan makanannya atau membawanya bepergian. Tersedia dalam 4 varian lezat, temukan Muezza semudah belanja online di Shopee dan Tokopedia. [eth]

Beli Muezza di Shopee

Beli Muezza di Tokopedia [tmi]