Kualitas dan Sinkronisasi Data, Kunci Jaring Pengaman Sosial Tepat Sasaran

Irene

Kualitas dan Sinkronisasi Data, Kunci Jaring Pengaman Sosial Tepat Sasaran

Pandemi COVID-19 menyebabkan sektor ekonomi melemah sebagai akibat pembatasan sosial yang diterapkan di sejumlah daerah. Hal ini menyebabkan pendapatan masyarakat menurun tajam. Banyak kelompok masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan jatuh dalam jurang kemiskinan.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), di bulan Maret 2020 jumlah penduduk miskin Indonesia bertambah sebanyak 1,63 juta bila dibandingkan dengan periode September 2019. Bank Dunia juga melaporkan bahwa pandemi ini bisa mendorong 5,5 sampai 8 juta penduduk Indonesia jatuh miskin di tahun 2020 jika pemerintah tidak mengambil langkah serius.

Sebagai respons terhadap masalah ini, pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan jaringan pengaman sosial, atau yang kita kenal dengan bantuan sosial, yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan membantu kebutuhan sehari-hari. Namun, bantuan ini memiliki kendala terkait sinkronisasi dan kualitas data yang bisa menimbulkan masalah baru, yaitu bantuan tidak berjalan efektif karena tidak tepat akurat dan sasaran.

Maka, pentingnya kualitas dan sinkronisasi data yang tepat ini menjadi kunci jaring pengaman sosial yang tepat sasaran dan berkeadilan. Topik ini pula yang menjadi tema Diskusi Daring TPB dan COVID-19 #6 yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), bekerjasama dengan APEKSI melalui program LOCALISE SDGs, dengan bantuan hibah dari Uni Eropa, yang diselenggarakan pada 16 Oktober 2020 lalu. Ada banyak poin penting yang jadi catatan dalam diskusi tersebut, selengkapnya bisa disimak dalam infografis berikut ini.

Kebijakan Satu Data Indonesia yang tertuang dalam peraturan presiden membutuhkan sinergi dari banyak pihak untuk saling berkolaborasi mewujudkan kualitas dan sinkronisasi data yang efektif. Data ini nantinya tidak hanya penting di masa pandemi seperti saat ini saja, tapi juga berguna untuk proses pembangunan berkelanjutan atau pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di sektor lainnya di masa depan.

Untuk ketahui lebih lanjut, klik di sini. [wri]

Next Post

FOTO: Luluh Lantak Turki Diterjang Gempa